REMBANG - Sejumlah tokoh agama di Kabupaten Rembang, menyerukan perdamaian usai Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Mereka menyerukan masyarakat untuk mengedepankan kepentingan bangsa daripada kepentingan golongan dan pribadi.
Hal ini disampaikan berkaitan dengan isu munculnya hak angket DPR RI untuk menggugat hasil Pilpres.
Baca Juga: Update Real Count KPU Pileg DPRD Rembang 71,88 Persen, Perolehan Suara PPP dan PKB Kejar-kejaran, Segini Angkanya
”Mari kita bersama-sama pemerintah menjaga kesatuan bangsa dan negara. Dan mengesampingkan kepentingan pribadi dan golongan,” ungkap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rembang, KH. Muhammad Jafar.
Hal itu juga disampaikano oleh Tokoh Badan Kerja Sama Gereja (BKSG) Kabupaten Rembang, Yehezkiel Sugimin.
Ia mengajak semua masyarakat khususnya umat kristiani untuk saling menghormati hasil pelaksanaan pemilu 2024.
Baca Juga: Mengenal Sosok Selamet Supriyadi, Perintis Pertanian Modern Asal Rembang yang Bikin Aplikasi Penyiraman Otomatis hingga Buat Pupuk Genderuwo
Menurutnya, hasil pemilu saat ini, bagian dari kuasa Tuhan.
Sehingga ia meminta seluruh masyarakat kembali ke aktivitas masing-masing sesuai profesi.
“Mari tetap kita utamakan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan menghormati hasil pemilu. Mari kembali menjalankan aktivitas sesuai profesi,” ungkapnya.
Editor : Abdul Rokhim