REMBANG – Aksi penggelapan atau pencurian di toko serba ada (toserba) sekaligus konter oleh seorang karyawati terjadi Dukuh Bagel, Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang sempat terekam closed circuit television (CCTV) baru-baru ini.
Tak tanggung-tanggung, akibat kejadian itu pemilik toko mengalami kerugian hingga Rp 27 Juta.
Pemilik toko, Gallant (30) menuturkan, temuan itu bermula saat dirinya mencurigai adanya resi dan barang terjual yang tidak sesuai.
Lantaran curiga, ia lantas mencoba mencocokkan jumlah barang yang terjual dengan sistem.
Hasilnya, ia pun menemukan transaksi mencurigakan oleh karyawati yang diketahui berinisial EF (24) warga Desa Sumberjo, Kecamatan Rembang tersebut.
“Sudah berjalan cukup lama. Sejak tanggal 7 Oktober 2023 sampai dengan 18 Januari 2024 lalu. Baru ketahuan akhir-akhir ini,” katanya.
Modusnya, lanjut Gallant, pelaku diketahui menghapus transaksi penjualan berupa kuota data internet, perabot rumah tangga, dan barang-barang lainnya.
“Jadi, laporan barang laku tidak dimasukkan ke sistem, tapi uangnya masuk ke kantong pelaku. Sehari bisa Rp 200-300 ribu,” katanya.
Editor : Abdul Rokhim