REMBANG – Warga dukuh Kedunglowo, Desa Landoh, Sulang, was-was dengan musibah tanah longsor.
Terhitung mulai tujuh tahun lalu, dari delapan rumah di lokasi tinggal lima diantaranya sudah pindah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baru-baru ini sudah mengecek lokasi dan membuat kajian dan buat nota dinas.
Baca Juga: SOSOK Vita Ayu Hendryasari Dara Asal Waru Rembang yang Gemar Bermain Bass
“Kami sudah cek ke lapangan. Memang kawasan tersebut tanahnya sudah geser dan ambles cukup lama,” ungkap Puji Widodo, Kabid Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekontruksi pada BPBD.
Menurutnya, kondisi tanah amblas dekat bantaran sungai. Kejadiannya sudah tahun 2018 hingga sekarang.
“Jadi sudah 7 tahun. Info dari desa ada sekitar 8 rumah. Di 2018 sudah ada kejadian longsor. Dua rumah sudah direlokasi. Berikutnya tahun 2021-2022 kejadian serupa terulang. Sampai tahun 2023 ada lagi 3 rumah direlokasi,” ujarnya.
Terbaru hujan deras Kamis lalu kondisi tanah gerak lagi. Sehingga sisa 3 rumah terancam.
“Perlu relokasi. Karena tanah ambles. Akibat dari longsor. Di bawah ada anak sungai sampai menuju DAS Karanggenang,” terangnya.
Puji menambahkan di lokasi tanah amblas tersebut, sebenarnya Pemdes sudah melakukan penanganan dengan pencegahan longsor.
Caranya tanam deker. Juga menggunakan alat berat untuk mengatasinya.
“Sudah ada pencegahan agar tidak semakin meluas. Namun kondisi hujan tinggi dan air sungai besar akan berdampak lagi,” imbuhnya. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim