REMBANG - Lebih dari 40 ribu perempuan di Rembang berubah peran dalam kehidupan rumah tangganya.
Perempuan yang diibaratkan sebagai tulang rusuk pasangannya, kini mengambil kemudi sebagai kepala rumah tangga menjadi tulang punggung keluarga.
Alasannya, dipicu berbagai faktor. Mulai dari perceraian hingga memiliki suami yang tidak berpenghasilan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Rembang telah melakukan survei beberapa waktu lalu.
Hasilnya, dari 222.741 kepala rumah tangga, 40.088 diantaranya diambil alih oleh perempuan.
Baca Juga: Viral! Video Kades dan Perangkat Desa di Rembang Beri Dukungan kepada Jokowi, Begini Respon Bawaslu
Jika dirinci lebih lanjut, jumlah tersebut tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Rembang.
Paling banyak berada di wilayah Kecamatan Rembang dengan jumlah 6.097 kepala keluarga perempuan.
Kemudian di Kecamatan Sarang ada 3.741 dan di Lasem ada 3.500.
Baca Juga: Duh! Belum Sebulan Diresmikan, Gedung Dindikpora Rembang yang Habiskan Anggaran Rp6,8 Miliar Sudah Kebanjiran, Begini Penampakannya
Kepala BPS Rembang Teguh Iman Santoso menyampaikan, dari data tersebut terdapat 40 ribu rumah tangga yang tidak terdapat peran laki-laki dalam menjadi kepala rumah tangga.
Sehingga, mau tidak mau seorang istri harus melakoni peran laki-laki yang mencari nafkah untuk keluarga.
"Ada 40 ribu rumah tangga yang suaminya tidak ada. Jadi mau tidak mau istri itu menjadi kepala rumah tangga, menanggung beban kehidupan rumah tangga itu," katanya.
Baca Juga: Potensi Lahan Tebu Menjanjikan, Bupati Rembang Berkomitmen Permudah Perizinan Investasi Pabrik Gula
Penyebabnya, lanjut Iman, bisa dilatarbelakangi faktor perceraian, suami meninggal, maupun memiliki suami yang tidak berpenghasilan.
Kata Iman, definisi kepala rumah tangga menurut BPS adalah orang yang bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Sehingga, apabila perempuan yang melakoni peran tersebut, maka dikategorikan sebagai kepala rumah tangga.
"Kepala rumah tangga konsepnya BPS adalah yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga. Jadi kalau seorang wanita yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarganya berarti kategori kepala keluarga," katanya.
Disinggung soal faktor kehadiran industri di Rembang yang merekrut tenaga perempuan, Iman menjelaskan bahwa hal itu bukanlah menjadi faktor penyebab permasalah tersebut.
Baca Juga: Alun-alun Rembang Kini Boleh Digunakan Sebagai Lokasi Kampanye, Ini Alasannya
"Bukan karena itu, kalau itu kan membantu mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarganya. Tapi bisa jadi salah satu perempuan itu kerja di industri itu," jelasnya. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim