REMBANG - Sebuah video berisi pernyataan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo yang disampaikan oleh kepala desa (kades) dan perangkat desa di Rembang viral di sosial media baru-baru ini.
Paguyuban Kades mengklaim video tersebut merupakan respons atas isu pemakzulan presiden yang mencuat di media dan tidak ada muatan dukung mendukung paslon.
Video tersebut terunggah di tik tok dan tersebar melalui pesan berantai.
Baca Juga: Separo Kredit di BMT Harum Rembang Macet : Kecamatan Kota Tembus hingga Rp 45 Miliar
Dalam video itu, nampak beberapa perangkat desa dan kades yang mengatakan dukungan kepada Jokowi.
Diantaranya ada ada kades dan perangkat Desa Jatisari, Sendangagung, dan beberapa desa lain yang ada Kecamatan Pamotan serta Kecamatan Sedan.
Ketua Paguyuban Kades Rembang Jidan menegaskan, video yang beredar itu tidak ada kaitannya dengan memberikan dukungan terhadap paslon tertentu.
Baca Juga: Begini Kata Bawaslu Rembang usai Viralnya Video Kades dan Perangkat Desa Dukung Jokowi
Namun, murni respons atas mencuatnya isu pemakzulan terhadap Presiden Jokowi.
"Saya kira video itu tidak serta merta dan tidak ada muatan politis. Karena politis-politis terkait paslon tidak ada hubungannya dengan itu," katanya.
Baca Juga: Nasabah Mengular, BMT Harum Rembang Cicil Pencairan Dana Rp 150 Ribu Tiap Pekan
Lebih lanjut, kata Jidan, narasi yang termuat dalam video itu juga dibuat di beberapa wilayah lain. Tidak hanya di Rembang.
"Hampir semua daerah membuat narasi yang sama. Kami tegak lurus setia kepada pemerintah dan untuk mengawal pada Pak Jokowi. Karena pak Jokowi Presiden kami," katanya.
Dia mengaku sudah mengonfirmasi kepada kades-kades yang berada di dalam video itu.
Baca Juga: Penanganan Kredit Macet di BMT Harum Rembang Tak Bisa Sat Set, Kuasa Hukum Buka Suara
Menurutnya, mereka hanya spontan karena di daerah lain juga ada yang membuat video serupa.
"Ini hanya untuk mengcounter berita di pusat, nasional, di isu pemakzulan presiden ini. Sehingga kami merasa ini kenapa negara kok dibuat goncang semacam kepentingan elit-elit politik. Kami tegak lurus kepada Pak Jokowi supaya menyelesaikan tugas-tugasnya sampai akhir masa jabatan," katanya.
Terpisah, Jawa Pos Radar Kudus mencoba mengonfirmasi salah satu kades yang berada di dalam video itu.,
Namun, hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan belum bisa memberikan jawaban.
"Maaf baru rapat," katanya saat dihubungi pada Kamis (18/1).
Rencananya, pihaknya akan melakukan pleno terlebih dahulu sebelum masuk ke tahapan pemeriksaan terkait permasalahan tersebut.
"Kami juga baru saja dapat videonya. Nanti baru kami plenokan dulu," jelasnya. (vah/khim)
Editor : Abdul Rokhim