REMBANG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Rembang telah berkontribusi melayani pembayaran penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Tercatat, saat ini ada 7 BUMDes di Kota Santri yang membuka layanan pajak motor.
Kepala Kantor Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Samsat Rembang, Djoko Sudarto didampingi Kasi PKB, Hidayat Helmi dan Kasi RPLP, Bagus Triatmoko menyampaikan target (murni) pajak kendaraan bermotor Rp 86.427 miliar.
Baca Juga: Dianggarkan Rp1,5 Miliar, Tugu Batas Kota Rembang bakal Diperbaiki, Begini Konsepnya
”Realisasi penerimaan Rp 85.427 miliar, persentase 98,92 persen. Sisa anggaran belum terealisasi 930.764 juta,” katanya ditemui di kantornya pada Selasa (9/1).
Ia menyebutkan, capaian saat ini tak lepas dari inovasi yang sudah dilakukan.
Salah satunya, adanya pelayanan di BUMDes yang diberi nama Samsat Budiman atau Badan Usaha Digital Mandiri
“ini salah satu solusi bekerjasama dengan Pemkab Rembang untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
“Masyarakat yang jauh dari layanan induk atau Samsat keliling bisa terlayani. Karena untuk Samsat keliling hanya memberikan pelayanan di kecamatan sekali selama sepekan. BUMDes bisa berikan pelayanan selama sepekan full,” imbuhnya.
Selama bulan September Djoko bertugas di Kabupaten Rembang ada 7 BUMDes.
Atas kontribusi itu, pihaknya menargetkan tahun 2024 akan ditambah 20 BUMDes lagi.
Baca Juga: Fasilitas di Kota Pusaka Lasem Mulai Rusak, Pemkab Rembang Upayakan Anggaran Perawatan
“Artinya ada 13 BUMDes yang ditargetkan tahun ini,” ujarnya.
Ia mengakui, kendala sumber daya manusia (SDM) dan peralatan masih belum maksimal.
Tak hanya itu minimnya sosialisasi juga jadi catatan evaluasi.
”Rata-rata sehari sampai 3 wajib pajak. Mungkin belum meluas sosialisasinya,” imbuhnya. (noe/khim)
Editor : Abdul Rokhim