Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menilik Isi Museum Islam Nusantara di Lasem Rembang yang Jadi Daya Tarik Wisatawan Nasional Hingga Internasional

Wisnu Aji • Minggu, 7 Januari 2024 | 22:44 WIB
APRESIASI: Salah satu pengunjung asal Bekasi melihat isi museum Islam Nusantara Lasem, Minggu (7/1).
APRESIASI: Salah satu pengunjung asal Bekasi melihat isi museum Islam Nusantara Lasem, Minggu (7/1).

REMBANG — Museum Islam Nusantara di Lasem, Rembang kini menjadi magnit wisatawan baik nasional hingga internasional.

Jumlah pengunjung baik yang ziarah atau jelajah kota Pusaka Lasem rata-rata saat liburan tembus diangka ratusan orang.

Salah satu penjaga Museum Islam Nusantara, Zaenudin mengamini tingkat pengunjung Museum Islam Nusantara terus ramai, utamanya saat libur sekolah dan pondok.

Ketika ziarah atau kebetulan melintas di Lasem menyempatkan masuk.

”Masih fluktuatif, khususnya saat anak sekolah mulai masuk. Kadang rombongan bus. Ziarah, lalu melihat ke Museum Islam Nusantara,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Pengunjung yang datang dari berbagai kota. Tidak hanya lingkup Karisidenan Pati, tetapi ada Magelang, Wonosobo (Jateng) hingga ibu kota yang habiskan akhir pekan dipenginapan rumah-rumah tua.

Ada juga pengunjung yang berasal dari Padang (Sumatra), Riau (Sumatra). Rombongan ziarah di makam mbah Sambu dan mbah Srimpet.

Tak hanya wisatawan lokal, Museum Islam Nusantara juga menjadi daya tarik wisatawan internasional 

Baru-baru ini diketahui ada wisatawan keturunan Tionghua dari Thailand yang ngin mengetahui isi masjid yang ada sejarah termasuk di dalamnya ada museum.

”Saat musim penghujan agak menurun. Tetapi setiap hari pasti ada. Ramainya biasanya hari Sabtu dan Minggu,” terangnya.

Untuk masuk ke lokasi Zaenudin mengatakan akan dikenakan karcis sebesar Rp 2000 untuk anak-anak dan dewasa Rp 5.000.

Sementara untuk karcis rombongan besar biasanya akan langsung dimasukkan ke kotak amal..

Museum Islam Nusantara dibuka pukul 08.00 sampai pukul 16.30. 

Salah satu pengunjung Museum Islam Nusantara asal Bekasi bernama Evan mengaku baru datang kali pertama di museum Islam Nusantara.

Ia kebetulan baru ambil cuti sambil menyempatkan bersilahturahmi dengan calon pasanganya di Kabupaten Blora.

”Main-main dekat ke Rembang-Lasem. Kita cari referensi internet. Lalu ketemu museum Islam Nusantara. Tahun lalu pernah main di kampung Pecinan, Karangturi Lasem. Mendadak. Ini melihat-lihat koleksi di dalamnya,” pengakuanya.

Sebagai informasi, sebelumnya pada tanggal 12 September 2023, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno membuka soft opening museum Islam Nusantara.

Disana menarik perhatian rumah Gadang khas Sumatra Barat dan ada adat jawa, akulturasi hingga penggabungan.

Terinsprashe dari tokoh ulama Lasem., KH Maksum. Merupakan keturunan Sultan Minangkabau dan KH Baidlowi keturunan Ningrat Jawa.

Museum Islam Nusantara terdiri 3 bagian, pertama narasi tentang tokoh-tokoh yang hadir di 3 gelombang besar dakwah.

Kedua artefak barang-barang kuno atau peninggalan masa lalu yang berhasil dikumpulkan dan yang ketiga naskah kuno (manuskrip) milik kyai. (noe)

   

   

   

Editor : Dzikrina Abdillah
#lasem #wisatawan #museum islam nusantara