Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh!! Seribu Anak di Rembang Ogah Kembali ke Sekolah, Begini Kata Dinas

Abdul Rokhim • Rabu, 27 Desember 2023 | 17:52 WIB

Illustrasi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).
Illustrasi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).


REMBANG – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora), Kabupaten Rembang harus bekerja keras dalam menuntaskan masalah Anak Tidak Sekolah (ATS).

Tercatat saat ini baru sekitar 209 dari 1.477 anak yang saat ini mau kembali bersekolah.

Data ini dihimpun dari realisasi program Gerakan Ayo Sekolah Pol 12 tahun (GASPOL 12) di tahun 2022 dari 132 desa binaan.


Baca Juga: Hi... Pantai Wates Rembang Dipenuhi Lumpur Hitam, Diduga Sisa Limbah Pengolahan Ikan

Diantaranya yakni Kecamatan Sarang, Sedan, Kragan, Pancur, Pamotan, dan Sumber.

Untuk menekan tingginya anak tidak sekolah Dindikpora mengaku terus memaksimalkan program Gerakan Ayo Sekolah Pol 12 tahun (GASPOL 12).

Hal itu ditandai dengan diperluasnya program tersebut di empat kecamatan.

Yakni di Kecamatan Rembang ada 27 desa, Sluke 14 desa, Lasem 20 desa dan Sulang 21 desa.

Sehingga total ada 82 desa. Ini merupakan tantangan bersama.


Baca Juga: Rencana Reaktivasi Jalur Kereta Api di Pantura Rembang Terus Digodok, Ini Kendala Utamanya

“Nanti sisa digarap pada tahun 2024,” ujar Kepala Dindikpora Rembang Sutrisno.

Ia tak menampik angka ATS di wilayahnya masih terus ditemukan.

Namun begitu pihaknya terus optimistis sedikit demi sedikit angkanya terus menunjukkan perkembangan positif.

Seperti di empat desa yang menjadi pilot project program GASPOL 12, yaitu di Desa Sridadi-Rembang, Jeruk-Pancur, Mojosari-Sedan dan Desa Sidorejo-Pamotan.

“Saat ini bisa mengembalikan 28 anak tidak sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga: Cerita Toleransi Warga Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Rembang, Rutin Sowan Kiai di Hari Besar

Sutrisno menambahkan persoalan ATS memang tidak bisa diselesaikan oleh dinas sendiri. Butuh kerja sama dengan semua pihak.

Program Gaspol 12 menyasar ATS dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu belum pernah sekolah, lulus tidak lanjut dan putus sekolah.

“Anak-anak ini harus dikembalikan ke sekolah agar mereka mengenyam pendidikan yang memadai,” ujarnya.

Menurutnya, di Kabupaten Rembang banyak sekolah-sekolah memadai mulai dari tingkat TK hingga jenjang perguruan tinggi.

Baca Juga: Gudang Kayu Milik Mantan Bupati Rembang Moch Salim Kembali Terbakar, Begini Kronologi hingga Nominal Kerugian

Ini terbukti mampu indeks pembangunan manusia (IPM).

”Release dari Badan Pusat Statistik (BPS) indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat. IPM kita terakhir 71,89, sebelumnya diangka 70,” imbuhnya. (noe/ali)

Editor : Abdul Rokhim
#ATS #rembang #dinas #siswa #sekolah