REMBANG – Kegagalan konser Indonesia Maju (KIM) yang diisi ngaji Gus Miftah dan Denny Caknan menuai kekecewaan.
Utamanya para pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Gibran Kabupaten Rembang.
Sebelumnya Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebutkan jika pemkab telah mengeluarkan izin kegiatan KIM tanggal 30 Desember mendatang.
Namun dengan catatan acara digelar siang hari, demi keamanan.
Atas keputusan tersebut, Tim Official Gus Miftah melalui laman media sosialnya pun memutuskan menggeser acara ke Blora, karena tak mengantongi izin dari Pemda.
M Asrori yang juga Ketua DPC Gerindra Rembang mengaku sebagai masyarakat ia kecewa.
Apalagi kegiatan hiburan digelar gratis.
”Event untuk hibur masyarakat luas di akhir tahun. Namun tidak mendapatkan respon. Bahkan izin dari Pemerintah Rembang,” tandasnya.
Setelah gagal di Rembang. Tentu akan menjadi sebuah anugerah bagi Kabupaten lain.
Ia pun tak habis pikir kenapa kegiatan pengajian Gus Miftah di kabupaten tetangga bisa diterima baik, kenapa tidak dengan kampung halamanya tak bisa.
“Saya tidak habis pikir. Karena Rembang selalu begitu. Kedepan kalau kita punya bupati sendiri InsyaAllah seperti ini tidak akan terulang lagi. Kita harus demokratis,” tegasnya.
Sebenarnya kegiatan-kegiatan sama dilakukan. Ia melihat ada diskriminasi. Karena kegiatan hampir sama Salawatan.
“Masyarakat Kabupaten Rembang senang Salawatan. Bahkan ini ada Gus Miftah dan Denny Caknan. Tidak mudah dan tidak semua orang bisa mendatangkan beliau-beliau," tegasnya Asrori selepas pertemuan tim kampanye daerah (TKD) Prabowo-Gibran, Sabtu lalu (23/12).
"Ini kesempatan baik. Akan tetapi dari Pemda tidak ada respon. Bahkan izin. Jujur kami kecewa. Kebangeten,” lanjutnya. (noe/ali)
Editor : Ali Mustofa