REMBANG - Kebakaran hebat kembali terjadi di gudang kayu KM Putra milik mantan Bupati Rembang Moch Salim yang berlokasi di pinggir Jalan Pantura Rembang-Lasem pada Minggu (24/12) pagi.
Padahal, kayu-kayu itu sudah siap ekspor.
Akibat kejadian ini, kerugian pun ditaksir mencapai Rp 700 juta.
Baca Juga: Terpilih Jadi Desa Aman Pangan, Dua Desa Ini Mewakili Rembang ke Tingkat Nasional
Diketahui, si Jago Merah mulai berkobar sekitar pukul 07.30 WIB.
Diduga, kebakaran ini disebabkan mesin oven kayu yang terlalu panas.
Sehingga membuat kayu-kayu terbakar.
Mendengar kabar tersebut, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Rembang langsung bergegas ke lokasi.
Baca Juga: Kas Daerah Pemkab Rembang Dikabarkan Kosong, Penyedia Jasa Keluhkan Pencairan Dana yang Seret
Api baru bisa dijinakkan sekitar dua jam kemudian.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang Bambang Budi Suharto menjelaskan, pihaknya menerima laporan kejadian ini sekitar pukul 07.15 WIB.
Ia pun bersama timnya langsung bergegas menuju lokasi.
Diketahui, api kebakaran itu disebabkan dari proses pengovenan kayu.
"Kayu ini sudah siap untuk ekspor, tinggal pengeringan saja," ujarnya.
Baca Juga: Pengajian Gus Miftah dan Konser Denny Caknan di Rembang batal Digelar, Ini Penyebabnya
Karena proses pengeringan terlalu panas, kata dia, kayu pun tidak kuat menahan suhu tinggi tersebut sehingga memicu terjadinya kebakaran.
Sementara itu, para penjaga gudang sempat tidak mengetahui peristiwa tersebut.
Mereka baru menyadari ketika api sudah membesar.
"Setelah membesar (api, Red) langsung melaporkan ke Damkar," katanya.
Begitu sampai di lokasi, tim damkar langsung menyemprotkan air agar api tidak terlalu menjalar ke bagian lain.
Baca Juga: Dikabarkan Batal di Rembang, Pengajian Gus Miftah dan Konser Denny Caknan Dipindah ke Blora?
Petugas harus berkutat sekitar dua jam.
Sampai dengan pukul 10.00 WIB, api berhasil dijinakkan.
Setelah itu, dilakukan proses pendinginan.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi, sebagian gudang itu nampak ludes.
Kayu-kayu terlihat hangus terbakar.
Akibat kejadian ini, kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp 700 juta.
"Ini kayu ekspor. Kami sudah hampir delapan tangki (air yang dibutuhkan). Penanganan dari sekitar pukul 07.30 sampai 11.00 WIB," katanya. (vah/khim)
Editor : Abdul Rokhim