REMBANG – Pengajian Gus Miftah dan Konser Denny Caknan yang rencananya akan diselenggarakan di Rembang pada penghujung tahun 2023 dikabarkan batal.
Gagalnya acara tersebut pun tidak membuat manajemen berpangku tangan.
Pasalnya, rencananya acara tersebut kemudian akan dipindah ke Kota Sate, Blora.
Sebelumnya, kabar batalnya pengajian Gus Miftah sekaligus Konser Denny Caknan mencuat setelah akun @pengajiangusmiftah memposting terkait keberlangsungan acara tersebut.
Baca Juga: Soal Batalnya Pengajian Gus Miftah dan Konser Denny Caknan, Bupati Rembang : Memang Tidak Bisa Losss
Bahkan, akun official tersebut juga sempat mengirimkan pesan permintaan maaf kepada akun instagram @rembangbahagia lantaran tidak jadi terlaksana.
Selamat malam kak..
Mohon maaf sebelumnya. Untuk konser Denny Caknan semula akan diadakan di Rembang.
Tidak mendapatkan izin dari pemerintah daerah..
Terimakasih..
Bupati Rembang Abdul Hafidz sendiri menegaskan secara pribadi tidak menolak terkait acara pengajian Gus Miftah dan Konser Denny Caknan.
Namun begitu, Hafidz memberikan catatan agar jangan sampai ada muatan politik dalam acara tersebut.
Sebelumnya, Hafidz sendiri sudah mendengar soal permintaan izin penggunaan Stadion Krida untuk kegiatan Ngaji bareng Gus Miftah sekaligus Konser Denny Caknan pada tanggal 30 Desember 2023 mendatang.
Ia pun mewanti-wanti agar kegiatan tersebut tidak sarat dengan kepentingan politik.
”Izin kegiatan sebenarnya sudah masuk. Jika digunakan pengajian ya oke saja. Tapi jangan sampai ada muatan politik,” tegas Hafidz.
Baca Juga: Begini Tanggapan Bupati Terkait Adanya Pengajian Gus Miftah bareng Denny Caknan di Stadion Krida Rembang
Catatan itu bukan tanpa alasan, sebab kata Hafidz, hal itu perlu dilakukan untuk menjaga kondusivitas mendekati gelaran pesta demokrasi atau tahun politik.
Sehingga, Hafidz menekankan, jangan sampai ada muatan politik dari calon tertentu dalam acara tersebut.
"Jadi memang harus ada beberapa catatan," katanya.
Lebih lanjut, Hafidz juga mengakui hingga Rabu (20/12) memang belum ada kesepakatan bersama soal acara tersebut akan digelar di mana.
Sebab, hal itu masih dalam proses penimbangan.
Namun, jika nantinya akan digelar di Stadion Krida Rembang, ia menyarankan agar acara tersebut digelar pada siang hari saja.
Baca Juga: Polres Gresik Buka Suara Soal Viral Dugaan Salah Tangkap Warga Rembang Penadah HP Kasus Pembunuhan di Menganti!
”Sebelumnya, memang perlu dikaji. Memang tidak bisa lossss. Harus ada persyaratan tertentu. Jadi jangan sampai kita mengizinkan, justru daerah yang dirugikan. Kembali lagi dengan syarat,” katanya.
“Terlebih, Gus Miftah kan salah satu tim kampanye salah satu calon presiden. Prinsipnya pemakaian fasilitas umum tersebut bisa diberikan apabila ada jaminan kegiatan tidak digunakan berkampanye,” lanjutnya.
Menurutnya, secara pribadi kegiatan tersebut menimbulkan kegalauan baginya.
Sebab, jika dilarang acara tersebut merupakan kegiatan pengajian.
Di sisi lain, pihaknya juga harus mempertimbangkan potensi adanya kegiatan kampanye demi menjaga situasi dan kondusivitas daerah agar tetap tenang serta aman.
Baca Juga: Bus Sinar Mandiri Adu Banteng dengan Truk Tronton di Kaliori Rembang, Satu Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit
”Jika murni pengajian tidak ada alasan untuk menolak. Tetapi kalau ada muatan politik pasti dihentikan. Tidak diizinkan,” tegasnya.
Sebelumnya, Stadion Krida Rembang akan dijadikan untuk konser dan pengajian di akhir tahun 2023 oleh Gus Miftah bersama dengan musisi asal Ngawi, Jawa Timur, Denny Caknan.
Surat permohonan izin itu pun sudah diserahkan ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang pada Senin (11/12).
”Kop suratnya itu tertera Gus Miftah Official. Langsung dari manajemen dan resmi. Bukan kampanye, izin untuk sosialisasi pemilu damai pengajian akbar Gus Miftah didampingi Denny Caknan,” ujar Kabid Olahraga Dindikpora Rembang, Haryanto. (noe/ali/khim)
Editor : Abdul Rokhim