Terbaru, Satlantas Polres Rembang mengamankan kendaraan dan sopirnya.
Bupati Rembang pun meminta tugu yang dihantam jangan dijadikan kambing hitam penyebab kecelakaan tersebut.
Baca Juga: Gus Miftah dan Denny Caknan bakal Isi Pengajian Akbar di Rembang, Ini Jadwal hingga Lokasinya
Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku sudah mengetahui jika gerbang kantornya jebol dihantam truk Senin dini hari.
Kini, pihaknya mengaku telah bekoordinasi dengan pihak terkait untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
”Pasti kita perbaiki lah. Kemarin kami sudah sampaikan Pak Kapolres. Supaya ada kontribusi untuk menambah pembangunannya,” katanya.
Lalu terkait bundaran adipura yang tersenggol yang berada di depan gedung DPRD dan dekat kantor bupati apakah masih ideal. Karena posisinya di tengah jalan.
Baca Juga: Ngeri! Begini Penampakan Truk Tronton Ringsek Usai Hantam Tugu Adipura Rembang!
Menurut Hafidz, tugu tersebut masih sangat ideal dan tidak mengganggu.
“Gara-garanya sopir mengantuk. Kalau selebar apapun kalau ngantuk terjadi kecelakaan. Jadi jangan sampai dijadikan batu sandungan atau kuda hitam. Semua karena bundaran adipura,” pesannya.
Sebelumnya, kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Pantura Rembang tepatnya di depan kantor Bupati Rembang turut Desa Tasik Agung pada Senin (11/12) dini hari.
Kasatlantas Polres Rembang AKP Sugito melalui Kanit Laka Satlantas Polres Rembang, Ipda Bhakti Satriya P S menyebutkan, selepas kejadian KBM truk tersebut masih diamankan dengan sopirnya.
”Masih mediasi-mediasi pihak-pihak yang mengalami kerusakan,” katanya singkat kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Baca Juga: Gus Miftah dan Denny Caknan bakal Isi Pengajian Akbar di Rembang, Ini Jadwal hingga Lokasinya
Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Kudus reklame kantor bupati yang jebol langsung dilakukan perbaikan. Tampak pekerja las membawa peralatan di kantor bupati. Mereka melakukan pengelasan.
Ada tiga pekerja yang melakukan perbaikan. Satu tabung gas besar dibawa dekat kontruksi tiang reklame tersebut. Satu armada bak terbuka juga di stand by. Sementara beberapa besi yang remuk sudah mulai dipisahkan.
Namun, untuk bekas material tembok pagar masih berserakan. Beberapa pecahan masih berserakan di pinggir trotoar.
Sementara untuk muatan ban alat berat yang dibawa sopir sudah tidak berada di depan kantor bupati. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim