REMBANG – Kemacetan di Jalan Pantura Rembang, membuat sejumlah sopir truk beristirahat di sembarang tempat.
Seperti di trotoar depan SMPN 3 Rembang.
Kondisi ini mengundang rasa empati para siswa untuk turut meringankan beban para sopir dengan cara membagikan nasi bungkus untuk sarapan.
Kepala SMPN 3 Rembang, Menik Mustikatun menyebutkan aksi spontan anak-anak didiknya itu dilakukan karena mereka merasa kasihan kepada para sopir.
Sebab kendaraan tak bisa bergerak sama sekali mulai hari Kamis hingga Jumat pagi.
Kondisi itu membuat anak Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), anggota pramuka, PMR, Satgas Protkes turun tangan untuk berinisiatif membelikan sarapan.
Sebab mereka bermalam di depan sekolahan.
“Anak-anak tergerak hatinya. Kebetulan juga pas hari Jumat, setelah komunikasi dengan para pembina akhirnya dimanfaatkan untuk berbagi,” ungkapnya,
Insiatif anak-anak didiknya itu dihimpun dari koperasi sekolah dan infak anak-anak setiap hari jumat sukarela.
“Alhamdulillah terkumpul 100 bungkus nasi plus air minum. Dan langsung dibagikan,” ujarnya.
Semua ikut berbagi peran. Dari depan sekolah ke barat sampai masjid An-Nur.
Kemudian dari depan SMPN 3 Rembang ke timur sampai traffic light rumah sakit.
“Tidak sampai 15 menit semua tersalurkan kepada para sopir,” ujarnya.
Menik mengaku bangga kepada anak-anak didiknya yang secara sukarela dan memiliki rasa empati kepada sesamanya.
“Aksi turun ke jalan ini juga proses pembelajaran karakter, bagaimanapun menghaluskan hati anak. Kalau sudah lembut, melihat kesulitan orang lain maka rasa empatinya muncul. Akhirnya semangat berbagi muncul,” imbuhnya. (noe/ali)
Editor : Ali Mustofa