REMBANG – Imbas proyek perbaikan Jalur Pantura Rembang-Pati yang tak kunjung selesai, berdampak pada kemacetan parah.
Akibatnya jalan nasional itu lumpuh sekitar 30 kilometer.
Baca Juga: Begini Keluhan Para Sopir yang Terjebak Macet Puluhan Kilometer di Pantura Rembang-Pati
Mulai dari Kecamatan Batangan, Pati, sampai Kecamatan Lasem, Rembang.
Kemacetan parah ini bukan kali pertama terjadi di Jalur Pantura Rembang-Pati.
Pada sekitar Maret lalu juga sudah terjadi. Kendaraan mengular sampai Rembang Kota.
Penyebabnya sama, imbas perbaikan jalan.
Kemarin, peristiwa itu terulang lagi. Bahkan lebih parah.
Pada kemacetan-kemacetan sebelumnya, ekor kendaraan hanya sampai di Kecamatan Kaliori.
Paling parah sampai area Rembang Kota.
Namun, kemarin kendaraam mengular hingga Lasem.
Sumber kemacetan diduga terjadi di Kecamatam Batangan, Pati.
Sedangkan di Rembang mulai terdampak sekitar pukul 22.00 WIB.
Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Rembang Drupodo menyampaikan, saat ini sudah dilakukan himbauan untuk melewati jalur alternatif oleh Satlantas Polres Rembang.
Bagi kendaraan kecil bisa melintas di jalur Rembang-Sulang-Sumber-Jakenan-Juwana atau Dresi-Sumber-Jakenan-Juwana.
"Sudah nge-share itu, informasi jalur untuk kendaraan kecil," ujarnya.
Pihaknya juga sudah menyediakan kantong parkir untuk truk di wilayah Desa Sendangasri, Lasem.
Lokasinya berada di pinggir Jalan Pantura.
"Kalau kami terbuka, tetapi kendaraan biasanya do bablas (tidak parkir). Dan tempat parkir juga terbatas," ujarnya.
Disinggung soal kondisi kantong parkir terkini, pihaknya mengaku belum memonitor secara langsung. (vah)
Editor : Ali Mustofa