Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Perjuangan Budi Hestina, Guru Asal Rembang yang Langsung Ikuti Seleksi PPPK di Solo setelah Dua Jam Melahirkan

Wisnu Aji • Rabu, 15 November 2023 | 17:17 WIB

SELESAI MELAHIRKAN: Budi Hestina melakukan registrasi PPPK di UNS dengan dibantu kursi roda.
SELESAI MELAHIRKAN: Budi Hestina melakukan registrasi PPPK di UNS dengan dibantu kursi roda.



REMBANG – Pengalaman tak terlupakan dialami Budi Hestina. Peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemkab Rembang ini, melahirkan dua jam sebelum mengerjakan tes seleksi yang digelar auditorium Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) pada Senin (13/11).

Budi merupakan pelamar dari jalur Ahli Pertama-Guru Bimbingan Konseling. Ia diketahui melahirkan di klinik Utama Mulia Hati.

Baca Juga: Didemo Soal Kebijakan PHK Massal, Begini Penjelasan Perwakilan Pabrik Tas di Rembang

Namun karena tekad yang kuat, dua jam setelah melahirkan, ia tetap ikut mengerjakan tes untuk berjuang mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP).

Kabid Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian, pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang, Solikin yang dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus membenarkan kabar tersebut. Sesuai informasi yang pihaknya terima dari keluarga peserta, diketahui jika persalinan dilakukan di Solo.

Baca Juga: Pengunjung Tempat Wisata di Rembang Mulai Lesu, Begini Langkah Dinas

“Sebenarnya hari perkiraan lahir (HPL) bukan hari ini (Senin, red). Namun ternyata sampai Solo Minggu malam ada tanda-tanda mau melahirkan. Akhirnya dibawa klinik terdekat, dan infonya sudah buka tujuh,” ungkapnya.

Pihak keluarga sempat menanyakan kepada panitia. Apakah bisa ada penjadwalan ulang.

Namun sesuai aturan setelah Covid-19 tidak diperkenankan penjadwalan ulang. Artinya, peserta statusnya tidak hadir.

“Ternyata pada Senin pukul 10.00 peserta atas nama Budi Hestina melahirkan anak pertamanya. Dan pukul 12.00 yang bersangkutan sudah ikut registrasi, dengan menggunakan kursi roda, untuk mengerjakan soal dengan waktu 130 menit atau mulai pukul 14.00 dan berakhirnya sampai pukul 16.10,” terangnya.

Baca Juga: Begini Potret saat Puluhan Karyawan Pabrik Tas Geruduk Kantor DPRD Rembang Menyoal Kebijakan Putus Kontrak

Solikin menyebutkan ada perlakuan khusus bagi peserta yang dalam keadaan sakit, hamil, pasca melahirkan atau operasi. Seperti saat proses registrasi didahulukan.

“Termasuk juga masuk ruang mendapat prioritas,” terangnya.

Ditambahkan peserta yang ikut di UNS total ada 1.453. Dari peserta lulus administrasi pasca sanggah 1.578 peserta.

Mereka merupakan peserta seleksi PPPK guru, kesehatan, dan teknis. Semua di UNS, kecuali yang pilih titik lokasi bukan di UNS.

Baca Juga: Mahfud Md Sowan Ke Gus Mus di Leteh Rembang : Blak-bakan Soal Kontestasi Politik hingga Puisi Republik Rasa Kerajaan

Hari pertama Rembang ikut sesi 3. Irisan di Provinsi Jateng dengan 208 peserta.

Lainnya hari Selasa 1200 peserta. Terakhir hari rabu 45 peserta gabungnya Pemkab Blora.

Baca Juga: Mahfud Md Sowan Ke Gus Mus di Leteh Rembang : Blak-bakan Soal Kontestasi Politik hingga Puisi Republik Rasa Kerajaan

”Ada 2 peserta status P1 tidak perlu ujian, artinya menunggu pengumuman penempatan, 123 pilih di titik lokasi mandiri BKN, ada yang di Universitas Bojonegoro, Kanreg 2 Surabaya, ada yang di Medan, Kendari, Bandung, dan lain-lain,” imbuhnya. (noe/ali)

 

Editor : Abdul Rokhim
#seleksi #melahirkan #perjuangan #rembang #pppk #solo