REMBANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang menilai saat ini terdapat tempat wisata yang lesu.
Agar kunjungan tetap terjaga, pengelola hanya bisa mengandalkan event-event.
Pada 2022 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang desa wisata. Ada 12 desa wisata baru.
Sehingga secara keseluruhan di Rembang memiliki 28 Desa Wisata.
Namun saat ini, geliat dari pertumbuhan wisata tersebut sedang lesu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang Mutaqin menyampaikan, saat ini destinasi wisata buatan di Rembang sedang lesu. Nasibnya bergantung ketika adanya event-event tertentu.
Meski demikian, ia menilai untuk wisata dengan daya tarik pantai geliatnya masih berjalan.
Pihaknya sudah berkoordinasi bersama komunitas pemuda untuk ikut meramaikan melalui event-event yang mereka laksanakan di tempat-tempat wisata.
Tujuannya untuk mendongkrak kunjungan.
"Ini buat event. Kalau tidak ada event pendatang jadi susah," ujarnya.
Pihaknya juga melihat adanya tempat-tempat wisata baru yang dulunya bagus, sekarang menjadi mangkrak.
Menurutnya ada berbagai faktor yang memengaruhi. Agar bisa memacu kreativitas, ia akan menggandeng komunitas-komunitas untuk menyelenggarakan kegiatan dan dalam rangka peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Kalau kreativitas kami jelas menggandeng komunitas, memang kami ajak untuk kegiatan, kami ajak peningkatan SDM," ujarnya.
Namun, saat ini pihaknya juga mengalami kendala. Sebab, saat ini Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) direfocusing.
Sehingga berdampak pada kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinbudpar.
"Adanya beberapa pengurangan kegiatan," ungkapnya.
Menurutnya, dalam membangun destinasi wisata diperlukan SDM yang kuat. Seperti melakukan pemetaan tentang potensi yang ada.
Seperti menganalisis potensi daerah penyangga.
Dinbudpar juga mendorong kunjungan wisatawan lokal. Dengan menargetkan para siswa sekolah.
Sehingga, melalui kehadiran anak-anak diharapkan bisa ikut mengajak para orang tua.
"Ini diajak untuk bermain. Untuk meningkatkan wisatawan lokal ini kami berfokus pada siswa," katanya. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim