REMBANG - Kabar burung soal sejumlah tokoh nasional yang akan berkunjung ke kediaman (ndalem) KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) beredar di media sosial baru-baru ini.
Bahkan, pertemuan yang bertajuk "Majelis Permusyawaran Rembang" lengkap dengan gambar kartun sejumlah tokoh dalam bentuk pamflet itu diketahui tersebar lewat pesan berantai.
Baca Juga: APES! Banjir Kartu Kuning, PSIR Rembang Dipecundangi Persiku Kudus, Ini Skornya
Baca Juga: Ini Dia Pamflet yang Menarasikan Agenda Majelis Permusyawaratan Rembang di Ndalem Gus Mus
Adapun tokoh-tokoh itu diantaranya Goenawan Muhammad dan Sinta Nuriyah Wahid.
Bahkan ada informasi yang beredar bahwa para tokoh tersebut akan memberikan pandangan mengenai situasi politik lengkap dengan agenda konferensi pers.
Baca Juga: Eks Menag hingga Eks Pimpinan KPK Sowan ke Kediaman Gus Mus di Rembang, Ini Isi Pembicaraannya
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus pada Minggu (12/11) pagi, di sekitar Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin, Leteh, Rembang para awak media nampak menunggu di sekitar lokasi.
Sampai dengan pukul 10.00 WIB, masih belum nampak tamu yang hadir. Pintu ndalem Gus Mus nampak tertutup.
Kabar tentang pertemuan itu dibantah oleh keluarga Gus Mus. Di aula pondok hanya ada kegiatan manasik.
Baca Juga: Kasihan, Bocah 9 Tahun di Sarang Rembang Ini Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Ayah Tiri, Begini Ceritanya
Menantu Gus Mus, Wahyu Salvana menegaskan bahwa tidak ada pertemuan tersebut.
Memang sebelumnya, pihaknya menerima informasi bahwa akan ada tamu yang sowan.
"Sowan layaknya tamu-tamu biasa. Kebetulan abah punya waktu kosomgnya hari ini," katanya.
Gus Mus, kata Wahyu Salvana, tidak pernah mengundang dan membuat acara yang tercantum dalam pamflet tersebut.
Gus Mus pun sempat kaget setelah gambar pamflet tersebut beredar.
Baca Juga: Mediasi Buntu, Nasib Puluhan Karyawan Pabrik Tas di Rembang usai Di-PHK Kian Tak Jelas
"Kalau gambar itu sudah tersebar jauh-jauh hari, abah pun tidak mungkin berkenan. Itu bukan kami yang bikin," katanya.
Meski demikian, dari pihak keluarga tidak merasa dirugikan. Hanya saja, pihaknya meminta untuk bisa berpikir jernih agar tidak disangkut pautkan dengan politik.
Baca Juga: Tawuran di Depan SMK Muhammadiyah Rembang : Ratusan Siswa Dijemur di Polres Rembang, Begini Penampakannya
"Jangan sampai memframing Gus Mus bikin acara seperti ini. Kami di sini tidak pernah membahas Pilpres. Bahkan dilingkungan keluarga tidak pernah ada perintah nyoblos ini. Di rumah ini merdeka menentukan pilihannya," katanya.
Sampai dengan kemarin pihak keluarga belum mengetahui siapa tamu yang akan hadir.
Soal apakah Gus Mus akan menemui apabila ada tamu yang hadir, ia juga mengaku belum mengetahui secara persis. Pihak keluarga tidak mempersoalkan soal penyebar pamflet tersebut.
"Kami mencoba menjadi tuan rumah yang baik. Harus kami muliakan semua tamu yang datang," katanya. (vah)
Editor : Abdul Rokhim