REMBANG - Bupati Abdul Hafidz merasa malu dengan capaian zakat, infak dan sadaqah (ZIS) oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rembang yang dianggap masih minim.
Sebab, menurutnya dengan jumlah sekitar tujuh ribu pegawai, capaian tersebut diharapkan bisa melebihi Rp 8 miliar.
Hal ini disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz saat launching pendistribusian ZIS.
Baca Juga: Zakat ASN Terkumpul Rp 4,1 Miliar Dari Target Rp 8 Miliar, Bupati Rembang: Kota Santri Tapi Zakat Sepi
Ia mengatakan, di pemerintah sudah memiliki wadah untuk menyalurkan bantuan dalam mengentaskan kemiskinan.
Salah satunya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Untuk itu ia berharap capaian penerimaan bisa meningkat.
Baca Juga: Zakat ASN Terkumpul Rp 4,1 Miliar Dari Target Rp 8 Miliar, Bupati Rembang: Kota Santri Tapi Zakat Sepi
Namun, menurutnya, sampai saat ini capaian masih belum optimal.
Sampai dengan Oktober, capaian Baznas sekitar Rp 3,4 miliar.
Hingga akhir tahun mendatang diprediksi meningkat menjadi Rp 4,1 miliar.
Baca Juga: Bentrok Pelajar Dua Sekolah Swasta di Depan SMK Muhammadiyah Rembang Akhirnya Berakhir Damai
Meski demikian Bupati menganggap capaian tersebut masih kurang.
Sebab, menurut Hafidz saat ini di Rembang terdapat sekitar tujuh ribu Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dengan jumlah tersebut, bupati menggambarkan, apabila setiap ASN bisa menyumbangkan Rp 100 ribu per bulan, maka dalam setahun pendapatan Baznas bisa mencapai sekitar Rp 8,4 miliar.
"Sitik-sitikan (sedikit-sedikit saja). Rp 100 ribu saja, itu kalau tujuh ribu PNS kami dapat Rp 8,4 miliar setahun. Kalau sesuai dengan porsi 2,5 persen malah banyak itu," katanya.
Baca Juga: Tawuran di Depan SMK Muhammadiyah Rembang : Ratusan Siswa Dijemur di Polres Rembang, Begini Penampakannya
Ia pun merasa kaget dengan prediksi capaian akhir tahun hanya Rp 4,1 miliar.
Menurutnya jumlah tersebut terbilang sangat minim jika dibandingkan dengan daerah lain yang capaian zakatnya bisa Rp 8 miliar, Rp 10 miliar, bahkan Rp 20 miliar.
"Kita namanya Kota Santri paling rendah, kita malu. Kita malu sebetulnya. Rembang Kota Santri, tapi begitu bicara zakat Rembang paling sepi," tegasnya.
Ia mendorong kepada semua pihak bagi yang penghasilannya sudah mencapai nisab, bisa berzakat 2,5 persen. Bagi yang masih kurang, dihadapkan bisa berinfak setidaknya Rp 100 ribu.
Baca Juga: Pengasuh Ponpes Kauman Lasem Rembang Dukung Kapolri Soal Statment 'Sel Tidur Teroris', Ini Alasannya
"Saya minta kepala OPD, Pak Camat, untuk supaya ayo lah bersama-sama memberikan bantuan kepada saudara kita melalui Baznas," ungkapnya.
Selasa (7/11) zakat, infak dan sodaqah sekitar Rp 1,3 miliar mulai disalurkan ke para penerima yang tersebar di seluruh kabupaten.
Baca Juga: Seru! Atraksi Sok Kabeh Meriahkan Festival Seafood di Pantai Layur Rembang Sukses Sedot Perhatian Pengunjung
Ketua Baznas Rembang, Mohammad Ali Anshory menyampaikan ada 3.100 paket Sembako dan uang tunai, dengan total Rp 1,3 Miliar.
"Hari ini (kemarin) kami salurkan secara simbolis, sebuah truk membawa bantuan, menuju ke kecamatan dan diteruskan ke penerima di tingkat desa se Kabupaten Rembang," katanya. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim