Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Zakat ASN Terkumpul Rp 4,1 Miliar Dari Target Rp 8 Miliar, Bupati Rembang: Kota Santri Tapi Zakat Sepi

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Rabu, 8 November 2023 | 17:35 WIB

LEPAS BANTUAN: Bupati Rembang Abdul Hafidz melepas pendistribusian bantuan zakat, infak, dan sedekah pada Selasa (7/11).
LEPAS BANTUAN: Bupati Rembang Abdul Hafidz melepas pendistribusian bantuan zakat, infak, dan sedekah pada Selasa (7/11).

REMBANG - Bupati Abdul Hafidz merasa malu dengan capaian zakat, infak dan sadaqah (ZIS) oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rembang yang dianggap masih minim.

Sebab, menurutnya dengan jumlah sekitar tujuh ribu pegawai, capaian tersebut diharapkan bisa melebihi Rp8 miliar.

Hal ini disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz saat launching pendistribusian ZIS pada Selasa (7/11).

Baca Juga: Tawuran di Depan SMK Muhammadiyah Rembang : Ratusan Siswa Dijemur di Polres Rembang, Begini Penampakannya

Ia mengatakan, di pemerintah sudah memiliki wadah untuk menyalurkan bantuan dalam mengentaskan kemiskinan.

Salah satunya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Untuk itu, ia berharap capaian penerimaan bisa meningkat.

Baca Juga: Bentrok Pelajar Dua Sekolah Swasta di Depan SMK Muhammadiyah Rembang Akhirnya Berakhir Damai

Namun, menurutnya, sampai saat ini capaian masih belum optimal. Sampai dengan Oktober, capaian Baznas sekitar Rp3,4 miliar.

Hingga akhir tahun mendatang diprediksi meningkat menjadi Rp4,1 miliar.

Meski demikian, Bupati menganggap capaian tersebut masih kurang.

Sebab, menurut Hafidz saat ini di Rembang terdapat sekitar tujuh ribu Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga: Begini Kesaksian Guru yang Melihat Tawuran Antar Pelajar di Depan SMK Muhammadiyah Rembang

Dengan jumlah tersebut, bupati menggambarkan, apabila setiap ASN bisa menyumbangkan Rp100 ribu per bulan, maka dalam setahun pendapatan Baznas bisa mencapai sekitar Rp8,4 miliar.

"Sitik-sitikan (sedikit-sedikikit) aja. Rp100 ribu saja, itu kalau tujuh ribu PNS kami dapat Rp 8,4 miliar setahun. Kalau sesuai dengan porsi 2,5 persen malah banyak itu," katanya.

Ia pun merasa kaget dengan prediksi capaian akhir tahun hanya Rp4,1 miliar.

Baca Juga: Ini Dia Penyebab Pecahnya Tawuran Pelajar yang Terjadi di Depan SMK Muhammadiyah Rembang Hari Ini

Menurutnya, jumlah tersebut terbilang sangat minim jika dibandingkan dengan daerah lain yang capaian zakatnya bisa Rp8 miliar, Rp10 miliar, bahkan Rp20 miliar.

"Kita namanya Kota Santri paling rendah, kita malu. Kita malu sebetulnya. Rembang Kota Santri, tapi begitu bicara zakat Rembang paling sepi," tegasnya.

Ia mendorong kepada semua pihak bagi yang penghasilannya sudah mencapai nisab, bisa berzakat 2,5 persen.

Bagi yang masih kurang, dihadapkan bisa berinfak setidaknya Rp100 ribu.

"Saya minta kepala OPD, Pak Camat, untuk supaya ayo lah bersama-sama memberikan bantuan kepada saudara kita melalui Baznas," ungkapnya.

Selasa (7/11) zakat, infak, dan sodaqah sekitar Rp1,3 miliar mulai disalurkan ke para penerima yang tersebar di seluruh kabupaten.

Baca Juga: Ini Dia Penyebab Pecahnya Tawuran Pelajar yang Terjadi di Depan SMK Muhammadiyah Rembang Hari Ini

Ketua Baznas Rembang, Mohammad Ali Anshory menyampaikan ada 3.100 paket Sembako dan uang tunai, dengan total Rp1,3 Miliar.

"Hari ini (kemarin) kami salurkan secara simbolis, sebuah truk membawa bantuan, menuju ke kecamatan dan diteruskan ke penerima di tingkat desa se Kabupaten Rembang," katanya. (vah/ali)

Editor : Abdul Rokhim
#malu #bupati #zakat #rembang #asn