Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gagal Terealisasi di Tahun 2023, Penataan TRP Kartini Rembang Diusulkan Ulang Rp10 Miliar

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Kamis, 2 November 2023 | 18:23 WIB

 

BERBAHAYA: Kondisi jetty TPR Kartini tampak mulai lapuk dan berbahaya untuk dilalui pengunjung.
BERBAHAYA: Kondisi jetty TPR Kartini tampak mulai lapuk dan berbahaya untuk dilalui pengunjung.

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang telah mengusulkan kembali rencana penataan Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini.

Anggaran diusulkan sekitar Rp 10 miliar.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Rembang memang berencana menata TRP Kartini pada tahun 2023 ini.

Namun, rencana tersebut gagal terealisasi karena anggaran dirasionalisasi.

Proyek ini direncanakan menjadi prioritas. Sehingga akan dianggarkan kembali pada 2024.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang Mutaqin menyampaikan, pihaknya akan mengikuti program dari pemerintah sebagaimana arahan dari Bupati Rembang.

Saat ini pihaknya telah menyiapkan desain penataan.

”Tinggal nanti kami melaksanakan sesuai dengan renja (rencana kerja) yang dilaksanakan,” katanya.

Disinggung soal kepastian realisasi atas proyek tersebut, pihaknya menjelaskan, Dinbudpar akan tetap merencanakan penataan pada tahun depan.

Anggaran sementara, telah dipasang Rp 10 miliar.

”Yang jelas di usulan 2024 sudah masuk. Anggaran sementara plafonnya Rp 10 miliar,” katanya.

Dengan dana tersebut, nantinya akan dilakukan penanganan area parkir, akses jalan, dan penataan 100 kios untuk kuliner.

Soal penempatan pedagang, rencana para pedagang di Alun-alun Rembang nantinya akan direlokasi ke Taman Kartini.

”100 itu mencukupi atau tidak, nanti kami masih cek datanya. Nanti kami koordinasi dengan pengelola yang ada di Alun-alun,” katanya.

Saat ini, kondisi Taman Kartini memang membutuhkan sentuhan penataan. Sebab sejumlah fasilitas tampak rusak.

Seperti taman dinosaurus, kandang satwa, hingga jetty yang ada di bibir pantai.

”Wahana yang bisa ya kolam renang. Kolam renang ini masih produktif. Untuk standar anak-anak, ketika ada porseni masih bisa digunakan. Fasilitas lain belum bisa digunakan,” jelasnya.

Terpisah, terkait dengan APBD 2024 sendiri masih dalam tahap pembahasan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang sedang menjadwalkan pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementatra (KUA PPAS). (vah/ali)

Editor : Ali Mustofa
#pemkab rembang #taman kartini #anggaran