Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Digelontor Rp 120 Miliar, TPA Landoh Sulang Rembang Siap Bersolek, Ini Jadwalnya

Wisnu Aji • Senin, 30 Oktober 2023 | 01:43 WIB



REMBANG
 – Tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Landoh, Kecamatan Sulang bakal bersolek dalam waktu dekat.

Tak tanggung-tanggung, rencananya pembangunan itu akan digelontor dengan dana sekitar Rp120 miliar.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

Baca Juga: Pastikan Ikuti Liga 3 Jateng, Ini Dia Pemain Senior yang akan Perkuat PSIR Rembang

Pria kelahiran 18 Juni 1962 itu menuturkan, nantinya TPA Landoh bakal dibangun serta dilengkapi sejumlah sarana dan prasarana guna menunjang aktivitas yang ada.

Termasuk menggunakan teknologi terbarukan berupa sistem pengolahan Refuse Derived Fuel (RDF) atau mengubah sampah menjadi bahan bakar.

”Dibangun supaya mengolah sampahnya bisa dengan teknologi maju. Nanti, bisa dikoordinasikan lebih lanjut melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” katanya.

Baca Juga: Komitmen Kebersihan Lingkungan, BRI Rembang Salurkan Dua Unit Kendaraan Sampah Hidrolik kepada Ponpes

Ditanya waktu pembangunan, pria asal Desa/Kecamatan Pamotan itu menuturkan, untuk realisasi fisiknya akan dimulai tahun 2024. Termasuk sarana dan prasarananya.

”Teknologi itu nanti akan digunakan untuk mengolah sampah di kabupaten Rembang dan sekitarnya,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rembang, Himawan Affandi menuturkan, teknologi itu dirasa akan efektif mengingat saat ini tumpukan sampah di TPA Landoh telah setinggi tiga puluh meter.

Baca Juga: Komitmen Kebersihan Lingkungan, BRI Rembang Salurkan Dua Unit Kendaraan Sampah Hidrolik kepada Ponpes

Selain menimbulkan bau yang menyengat, hal itu menurutnya juga membuat sampah sulit terurai.

“Selama ini kan pengolahannya dengan open dumping atau hanya diambil lalu ditempatkan ditempat terbuka saja,” katanya.

Open dumping sendiri, lanjut Himawan, tidak lagi direkomendasikan mengingat banyaknya potensi pencemaran lingkungan yang dapat ditimbulkan.

”Harusnya menggunakan metode sanitary landfill (sistem pengolahan sampah menggunakan area tanah yang terbuka dan luas). Nah, selama ini kan kita tumpuk saja di satu tempat dan tidak diolah. Nanti dengan adanya alat yang mumpuni kita akan coba ubah sampah menjadi bahan bakar,” katanya.

Ia pun berharap nantinya pembangunan TPA tersebut akan berjalan dengan lancar. (noe/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#Landoh #rp120 miliar #TPA #rembang #sulang #bersolek