OLAH TKP: Petugas kepolisian menunjukkan mesin boiler yang meledak di PT Holi Mina II Kragan Rembang baru-baru ini.
REMBANG – Satu lagi korban ledakan mesin boiler PT Holli Mina II, Desa Balongmulyo, Kragan Sabtu lalu (7/10) meninggal.
Korban atas nama Joko Waluyo, 23.
Kondisinya drop, sebelumnya ada rencana jalani tindakan operasi lagi di rumah sakit Semarang.
Kini orang tua tinggal seorang diri setelah ditinggalnya.
Kepala Desa Balongmulyo, Kragan Waroh saat dikonfirmasi membenarkan korban luka bakar atas nama Joko Waluyo meninggal.
Total menjadi dua orang, setelah sebelumnya pertama rekannya Zaenal Arifin, 34 di RSUD Rembang.
”Betul korban Holli meninggal. Jadi ada dua orang. Yang luka bakar semua,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, Minggu (8/10).
Kades dengar meninggalnya hari Sabtu pukul 15.10 WIB.
Kondisi paginya drop. Sebelumnya kondisi sudah membaik.
Sudah dapat komounikasi keluarga.
Rencana mau diambil tindakan operasi karena sudah membaik.
Tapi pada akhirnya takdir berkata lain.
Tubuhnya drop. Tidak jadi tindakan operasi.
Usai akhir bulan lalu dirujuk ke rumah sakit Semarang.
Atau sekira 9 hari menjalani perawatan oleh tenaga medis disana.
”Masih muda. Usia sekira 23 tahun. Belum menikah. Anak kedua. Dulu kakaknya meninggal karena sakit se-usianya," katanya.
Ibunya juga sudah meninggal. Tinggal bapaknya atas nama Suhadi profesi nelayan seorang diri,” terangnya.
Kades tambahkan bapaknya Sabtu siang menyusul ke Semarang. Sudah sampai.
Bapaknya sempat mengetahui meninggalnya.
Kemarin pagi pukul 07.00 dimakamkan di pemakaman umum desa Balongmulyo.
Kebetulan jenasah datang 01.30 WIB dini hari sampai rumah duka.
Diiapkan dulu. Pagi harinya dimakamkan oleh keluarga.
Sama pihak perusahaan bertanggung jawab penuh.
Mulai dari perawatan hingga jemput dan pemakaman jenasah.
”Pihak perusahaan bertanggung jawab penuh. Pengurusnya juga ikut melayat,” imbuhnya. (noe)
Editor : Ali Mustofa