REMBANG - Sumur bor milik Abu Rosidin Warga Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Rembang tiba-tiba menyemburkan api.
Lokasi sumur 3-5 meter berada di sebelah barat rumahnya.
Saat Abu mencoba menyulut semburan gas itu dengan pemantik api.
Api pun kemudian menyala dari sumber semburan gas. Saat nyala tinggi api sekitar satu meter.
Warga menduga semburan api itu disebabkan oleh adanya kandungan gas di dalam sumur bor miliknya.
"Ini kan bisa dimanfaatkan. Ya kalau bisa segera dicek, pemerintah atau Pertamina itu. Dilihatlah kapasitas kandungan gasnya. Kalau (Kandungan Gasnya) gede itu kan bisa dimanfaatkan warga di sini," kata Abu , Rabu (4/10).
Sejak kemunculan semburan api sekitar enam hari yang lalu, semburan gas berapi tersebut masih terjadi hingga sekarang
Sementara Sekretaris Desa Pamotan, Safig juga meminta segera ada pengecekan atas munculnya semburan gas berapi di sumir bor milik Abu Rosidin.
"Kalau memang diizinkan oleh yang punya ya dikembangkan. Dengan Pemkab atau DLH (Dinas Lingkungan Hidup), atau Pertamina, untuk tindak lanjuti ini (gas). Difungsikan, ditampung untuk kebermanfaatan warga sekitar," tutur Safig.
Dilansir dari Detik, Senior Manajer Relations Regional 4 Pertamina, Fitri Erika merespon atas peristiwa munculnya semburan gas berapi di Pamotan, Rembang.
Untuk diketahui, di Rembang Pertamina Hulu Energi Randugunting memiliki sumur gas.
Lokasinya berada di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber.
"Dari lokasi di Desa Pamotan berada di luar Wilayah Kerja (WK) Pertamina Hulu Energi Randugunting. Untuk lebih lanjut kami akan bantu informasikan dan koordinasikan dengan Dinas ESDM setempat dan SKK Migas mengenai kejadian tersebut," terang Erika pada Kamis (5/10).
Warga sekitar pun berdatangan ke lokasi kejadian untuk melihat kemunculan semburan api.
Masyarakat di sekitar lokasi dihimbau untuk waspada, jangan sampai gas dari sumur bor justru menimbulkan bahaya bagi keselamatan jiwa
Saat ini di sekitar sumur itu tampak sudah terpasang garis polisi, sebagai penanda sekitar area berbahaya.
Editor : Dzikrina Abdillah