REMBANG – Bank Jateng Cabang Rembang membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang droping air bersih dengan mengucuran dana corporate social responsibility (CSR).
Total ada 48 tangki air untuk membantu beberapa desa terdampak kekeringan akibat el nino.
Baca Juga: Terekam CCTV, Begini Detik-Detik Ambrolnya Bangunan di Komplek Pasar Kreatif Lasem
Sub Bag Pemasaran Perumda Air Minum Banyumuli Kabupaten Rembang Sri Wahyoeni menyampaikan, Bank Jateng membantu penyaluran air bersih di Kabupaten Rembang.
Droping air bersih ini, bekerja sama dengan Perumda Air Minum Banyumili.
”Bank Jateng mengirimkan bantuan droping air bersih ke desa-desa di Kabupaten Rembang terdampak kekeringan. Jumlah total bantuannya ada 48 tangki air,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus pada Selasa (3/10).
Baca Juga: AMBYARRR!! Teras Bangunan di Komplek Pasar Kreatif Lasem Ambruk, Begini Kronologinya
Di antara droping air bersih dari Bank Jateng itu, disalurkan ke Desa Ngotet Utara dan Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang; Desa Pranti, Pedak, Bogorame, Kecamatan Sulang; Desa Sendangagung dan Ketangi, Kecamatan Pamotan; serta Desa Sanetan, Kecamatan Sluke.
Selain itu, juga di Desa Woro, Sumur Tawang, Sumber Gayam, Kecamatan Kragan; Desa Temperak, Kecamatan Sarang; Desa Warugunung, Kecamatan Pancur; serta Desa Sendangasri, Kecamatan Lasem.
Desa-desa itu memang yang mengajukan permohonan bantuan air bersih lewat BPBD Rembang.
”Menggunakan armada truk tangki kapasitas 5.000 liter, droping air bersih dimulai Senin (25/9) lalu. Droping air bersih dilakukan setiap pekan,” terangnya.
Baca Juga: Sosok Retna Dyah Radityawati, Arkeolog yang Konsen di Rembang Pecahkan Permasalahan Berkat Gabung di Komunitas
Penyaluran air bersih itu, akan rampung pekan ini. Harapannya, penyaluran air bersih kepada desa terdampak kekeringan ini, akan bersambung.
Sebab, desa-desa yang mengajukan bantuan air bersih ke BPBD bertambah setiap pekannya.
Terpisah, Kades Pranti, Sulang, Dahlan menyampaikan, sejak 1 September lalu, pengelolaan air bersih (PAB) desa sudah tidak mengalir. Desa sudah menerima droping air baik dari BPBD maupun dari CSR dari Bank Jateng.
”Kami ada tujuh RT di dua RW dengan jumlah 962 jiwa dari 328 KK,” jelasnya.
Baca Juga: Bonus Atlet Peraih Medali Porprov Jateng 2023 Tak Kunjung Cair, Begini Kata Bupati Rembang
Dia menuturkan, pihak desa sudah menempuh sejumlah cara mengatasi kekeringan ini.
Mulai membuat cekdam sungai hingga memanfaatkan embung. Namun, hanya bertahan sekitar dua bulan. Kini, air sudah kering.
Dia menambahkan, di Desa Pranti tak ada sumber air. Jaringan PDAM juga belum masuk.
Saat musim kemarau hanya mengandalkan bantuan air bersih. Ada juga warga yang punya tandon air, membeli air satu tangki. Namun, dua pekan habis.
”Biasanya kondisi kekeringan ini, selesai pada Februari. Kalau kemarau panjang memang begitu,” imbuhnya. (*)
Editor : Abdul Rokhim