REMBANG – Perpustakaan Kabupaten Rembang baru mendapatkan akreditasi C selama hampir 45 tahun. Status ini turun pada 24 Maret 2023 lalu.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Rembang Achmad Sholchan saat launching Bunda Literasi Kabupaten Rembang kemarin.
Meski masih baru menyandang sertifikat akreditasi C, pihaknya tetap bangga dan menyampaikan apresiasi pada seluruh jajarannya.
“Status ini membuat kita tahu kekurangan dan akan terus meningkatkan predikat akreditasi,” ungkapannya.
Sementara itu pada lunching kemarin, Sholchan melaporkan jika dari 287 desa di Kabupaten Rembang baru ada 120-an desa yang telah memiliki perpustakaan.
Menurutnya ada berbagai kendala di lapangan terkait realisasi perpus desa. Selain masih dompleng, fakta di lapangan juga ditemui ada keterbatasan pengelolaan. Apalagi setelah ada pergantian pengurus menyebabkan aktivitas berhenti.
“Lalu ada renovasi gedung yang di domplengi alis belum punya gedung sendiri. Sebagian besar masih dompleng di balai desa. Kalau gedung di rehab koleksi tidak terurus. Bahkan dijumpai juga buku koleksi yang diterima dari bantuan maupun pengadaan APBDes masih rapi terbungkus di dalam plastik,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan belum maksimalnya perpusdes juga dipengaruhi masih kurang kepedulian dari sisi anggaran, SDM dan fasilitas pemerintah desa.
Dengan situasi seperti itu perlu kerja keras dan kerja sama. Untuk bersama-sama membangun literasi, budaya literasi menjadi lebih baik.
“Untuk mewujudkan itu semua peranan tokoh sentral masing-masing menjadi sangat penting. Sehingga sangat tepat diemban bunda literasi,” ujarnya.
Dengan keberadaan bunda literasi, harapnya ke depan menjadi panutan atau role model yang miliki kompetensi aktif dan dinamis serta mampu berikan teladan dan inspirasi masyarakat di daerah dalam meningkatkan minat baca dan literasi khususnya daerah masing-masing.
”Bunda literasi mitra utama Pemda dalam rangka memajukan literasi. Berperan menciptakan lingkungan masyarakat yang gemar membaca. Sosok figure atau tokoh penggerak dan mendorong memberikan inspirasi dan motivasi. Juga diharapkan mempercepat budaya dan minat baca,” imbuhnya.
Bupati Rembang Abdul Hafidz yang hadir saat launching kemarin berharap bunda literasi kecamatan yang telah dilantik bisa menjalankan tugasnya mempelopori budaya membaca hingga tingkat desa.
”Bunda literasi kabupaten, kecamatan sebagai pelopor budaya membaca. Pustakawan harus bersinergi. Tidak boleh comot-comot. Gerakan secara masif sampai tingkat desa. Karena sudah ada sarpras meski belum sempurna,” ungkapnya. (noe/ali)
Editor : Ali Mustofa