REMBANG - Pengajian umum peringatan maulid nabi dan Haul Masayikh di Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatut Thalibin dilaksanakan, Kamis (21/9) malam.
Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) hadir dalam acara tersebut.
Pengajian umum merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan di pondok yang berada di Kelurahan Leteh, Rembang.
Baca Juga: Pelaku Penusukan di Sumberjo Rembang Akhirnya Ditangkap, Ternyata Ini Motifnya!
Baca Juga: Soal Kasus Pembacokan di Sumberjo Rembang, Begini Penjelasan Kepala Dusun
Para tokoh seperti Mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga hadir.
Para jamaah memadati area pondok pesantren yang diasuh oleh KH Mustofa Bisri (Gus Mus) itu malam itu KH. Bahaudin Nur Salim (Gus Baha) hadiri memberikan tausiyah.
Baca Juga: Bikin Bangga! Batik Tulis Lasem Rembang Dipakai Pemimpin Negara di KTT ASEAN dan G20
Baca Juga: Bukan di Pantura Bonang-Lasem Rembang, Ini Dia Lokasi Pemotor Terlindas Truk Tronton yang Viral
Gus Baha berpesan tentang meneladani keilmuan KH Bisri Mustofa.
Beliau merupakan ayahanda Gus Mus yang mempunyai karya tafsir Al Ibriz.
Gus Baha berpesan, para generasi penerus perlu mengkaji dengan kaidah ilmiah.
"Saya ingin cucunya orang alim ya alim,” katanya.
Sehingga generasi penerus bisa berfikir tentang keilmuan KH Bisri Mustofa.
Baca Juga: Bukan di Pantura Bonang-Lasem Rembang, Ini Dia Lokasi Pemotor Terlindas Truk Tronton yang Viral
Baca Juga: Jadi Magnet Pengunjung, Film Animasi Kartini Kini Hadir di Museum RA Kartini Rembang
“Saya ingin anak cucu Kiai Bisri, haul ini memperingatkan keilmuan Kiai Bisri,” imbuh Gus Baha.
Dalam pengajian tersebut, Gus Baha juga menyelingi dengan guyonan. Seperti saat Gus Baha bercerita, digojlok ayahnya dengan pertanyaan, jika ada kiai ngimami masjid namun sudah tua itu dinamakan apa?
“Ya istiqomah, sama tidak mau diganti. Makannya banyak kiai pondok nganggur. Karena banyak kiai sepuh tidak mau diganti. Tidak ada regenerasi.. hehe,” guraunya.
KH Said Aqil Siraj, mantan Ketua Umum PBNU juga hadir memberikan tausiyah. KH Said menyampaikan tentang peran pesantren dalam keilmuan.
Baca Juga: Menteri Sandiaga Uno ke Ponspes Al Anwar Sarang Rembang, Ini Pesannya untuk Santri
Baca Juga: Viral! Video Pemotor Terlindas Truk Pantura Bonang-Lasem Rembang, Begini Faktanya
Ia bercerita, dulu saat masa perjuangan para kiai pesantren aktif dalam mengasal, mendalami, dan mengkaji ilmu keislaman.
Sehingga jasa pesantren menurut KH Said Aqil Siraj sangat besar. Seandainya tidak ada pesantren, maka hari ini para generasi tidak paham ilmu tafsir dan ilmu-ilmu lainnya.
"Maka para kiai pesantren luar biasa jasanya terhadap perkembangan agama islam," ungkapnya. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim