Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Keluarga Ungkap Kondisi Sinta Aulia Penderita Tumor Asal Rembang Sebelum Meninggal Dunia

Wisnu Aji • Rabu, 13 September 2023 | 22:09 WIB

SAMPAIKAN BELA SUNGKAWA: Kapolsek Pamotan AKP Al Sutikna saat takziyah di rumah Shinta Aulia Maulidiah kemarin.
SAMPAIKAN BELA SUNGKAWA: Kapolsek Pamotan AKP Al Sutikna saat takziyah di rumah Shinta Aulia Maulidiah kemarin.

 

REMBANG – Desa Samaran, Kecamatan Pamotan, berduka. Shinta Aulia Maulidiah, 11, anak penderita tumor kaki yang viral karena dijemput helikopter atas perintah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meninggal dunia.

Sebelumnya, selama tiga bulan kondisinya memang terus drop.

Shinta viral di Tiktok Shinta karena menderita tumor kaki dan tak punya biaya berobat. Dia ingin bertemu kapolri dan bercita-cita menjadi polwan.

Kabar itu diketahui kapolri. Dengan difasilitasi babhinkamtibmas Polres Rembang, pada Sabtu (19/2/2022) lalu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menghubungi Shinta lewat video call.

Setelah itu, kapolri mengirimkan tim menjemput Shinta dengan helikopter untuk berobat ke RS Polri Sukanto Kramat Jati, Jakarta.

Dia mendapatkan perawatan sekitar dua bulan. Sinta sukses menjalani operasi amputasi kaki kiri. Namun, dia terlihat bahagia. Saat itu, kondisi kesehatanya terus membaik. Berat badannya naik.

Namun, tiga bulan terakhir kondisi anak pasangan Muchlisin dan Shoimah itu drop. Kemarin sekitar pukul 14.45, dia meninggal dunia di rumahnya.

Muklisin, ayah Sinta mengatakan, saat itu putrinya menjalani dua kali operasi. ”Pertama operasi melepas balut kaki. Kedua, melepas balut lagi dan penyedotan paru-paru ada cairannya," katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Kudus di rumah duka kemarin.

Dia bercerita, kondisi Shinta pascaoperasi di Jakarta tahun lalu sudah membaik. Kaki kirinya telah diamputasi.

Meski demikian, putrinya tetap sekolah. Selang sekitar setahun atau sejak Maret lalu, Sinta sakita tumor lagi. Ganti di kaki kanannya.

Sepulang dirawat di rumah sakit di Semarang, Shinta mengeluh sering panas dan kurang nafsu makan. ”Semalam (11/9) dia tidak bisa tidur,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Pamotan AKP Al Sutikna mengatakan, usai dapat kabar duka itu, pihaknya bersama anggota langsung ke rumah Shinta. Menyampaikan bela sungkawa sekaligus membantu menyiapkan tenda untuk para pelayat.

”Almarhumah merupakan anak yang dibantu oleh Bapak Kapolri selama dalam pemeriksaan dan pengobatan melalui Pa Urkes Polres Rembang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Kabar duka itu, sudah diteruskan kepada atasannya. Sore itu juga, Shinta dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Terpisah, Pj Kades Samaran Mufti Afandi meuturkan, kabar duka meninggalnya Shinta ini, diterima perangkat desa kemarin sore. Meninggalnya anak 11 tahun tersebut, setelah kondisinya drop selama tiga bulan terakhir.

Dia menjelaskan, Shinta dulunya menderita tumor kaki. Dia mendapatkan bantuan perawatan dari kapolri. Hingga kakinya harus diamputasi.

Setelah amputasi kaki itu, setiap bulan harus perawatan rutin di rumah sakit. Namun, sejak tiga bulan terakhir kondisi kesehatan Shinta drop.

Rencananya, hari ini jadwalnya Shinta kontrol lanjutan. Dalam pengobatannya, difasilitasi Polsek Pamotan ke RSUD dr R Soetrasno. ”Shinta punya BPJS. Karena termasuk keluarga kurang mampu,” terangnya. (noe/lin)

Editor : Ali Mustofa
#rembang #sinta aulia #meninggal dunia #kapolri #tumor