Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sinta Aulia Penderita Tumor Asal Rembang Meninggal Dunia, Begini Ungkapan Kesedihan Sang Ayah 

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Rabu, 13 September 2023 | 02:01 WIB
KEHILANGAN: Muklisin, ayah Almarhumah Sinta Auliya Mulidiya sedang duduk di ruang tamu sebelum pemakaman jenazah, Selasa (12/9).
KEHILANGAN: Muklisin, ayah Almarhumah Sinta Auliya Mulidiya sedang duduk di ruang tamu sebelum pemakaman jenazah, Selasa (12/9).

 

 

REMBANG - Suasana duka menyelimuti kediaman Sinta Auliya Maulidiya. Perempuan asal Desa Samaran, Pamotan yang sempat mendapatkan perhatian Kapolri itu telah berpulang, Selasa (12/9).

Sebelumnya, Sinta Auliya Maulidiya menderita tumor pada kaki kanannya. Tahun lalu, penyakit yang ia alami itu sempat mendapatkan perhatian Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Orang nomor satu di kepolisian Indonesia itu memerintahkan agar Sinta dibawa ke Jakarta untuk menjalani pengobatan. Bahkan, Sinta dijemput menggunakan helikopter.

Informasi yang diterima wartawan Jawa Pos Radar Kudus, Sinta berpulang sekitar pukul 14.45 WIB. Jenazah akan dimakamkan setelah maghrib.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus di rumah duka, Desa Samaran RT 03 RW 01 sekitar pukul 17.25 WIB masih dilaksanakan doa. Di depan kediaman Sinta nampak para tetangga hadir melayat. .

Kondisi Sinta dikabarkan sempat ngedrop akhir-akhir ini. Bahkan sekitar Agustus lalu, perempuan berusia 11 tahun ini sempat dirawat di Rumah Sakit Semarang.

Muklisin, ayah Sinta mengatakan saat itu putrinya menjalani dua kali operasi.

"Pertama Operasi nyopot balut. Kedua nyopot balut lagi sama penyedotan paru-paru ada cairannya," katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Kudus.

Mukhlisin bercerita, kondisi Sinta pasca operasi di Jakarta tahun lalu sudah membaik. Kaki kiri Sinta telah diamputasi.

Meski demikian, putrinya tatap bersekolah. Selang sekitar setahun kemudian, penyakit yang diderita Sinta kambuh kembali sejak bulan Maret lalu.  Kini ganti kaki kanannya yang sakit.

"Kata dokter ya penyakit itu lagi, tumor lagi," jelasnya.

Sepulang dirawat di Rumah sakit Semarang, kata Muklisin, Sinta mengeluh sering panas dan kurang nafsu makan. "Semalam (11/9) tidak bisa tidur," katanya.

Ahmad Daim, Sekdes Samaran mengatakan beberapa kali Pemerintah Desa ikut membantu mengantar ke rumah sakit menggunakan mobil siaga desa.

"Beberapa kali kami antar ke Rembang pernah berobat ke dokter spesialis juga pernah," katanya.

Daim juga melihat keseharian Sinta pasca amputasi. Menurutnya Sinta dapat berbaur dengan warga sekitar. "Sempat main-main pakai kursi roda," katanya. (vah)

Editor : Ali Mustofa
#rembang #sinta aulia #meninggal dunia #kapolri #tumor