Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Innalillahi! Shinta Auliya, Penderita Tumor asal Rembang yang Sempat Viral Kini Meninggal Dunia

Ali Mustofa • Rabu, 13 September 2023 | 00:26 WIB
JENGUK: Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama istrinya saat menjenguk Sinta Aulia di RS Polri, beberapa waktu lalu.
JENGUK: Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama istrinya saat menjenguk Sinta Aulia di RS Polri, beberapa waktu lalu.

REMBANG – Shinta Auliya Maulidiya, penderita tumor tulang asal Rembang yang sebelumnya ditangani di ICU RS Polri Sukamto, Kramatjati, Jakarta, meninggal dunia.

Sinta-panggilan akrabnya menghembuskan nafas terakhirnya di kediaman orang tuanya di RT 3/RW III, Desa Samaran, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Selasa (12/9) sekitar pukul 14.30 WIB.

Sebelumnya, gadis berusia 11 tahun itu, sempat viral dalam videonya di media sosial.

Dia mengenakan seragam polisi cilik serta memajang foto Kapolri meminta bantuan untuk bisa berobat atas penyakit yang dideritanya. 

Kapolri merespon video itu dengan langsung melakukan video call bersama dengan Sinta.

Mendengar keinginan Sinta, Sigit kemudian menugaskan jajarannya untuk membawa Sinta dengan Helikopter menuju RS Polri Kramat Jati  agar mendapatkan penanganan dari tim dokter terbaik.

Bahkan ibu Sinta, bernama Shoimah juga mengucapkan terima kasih kepada kapolri yang mengobati anaknya. Tidak dipungut biaya.

Rencananya Jenazah akan dimakamkan Selasa (12/9) sore ini di pemakaman tempat tinggalnya di Desa Samaran, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang.

Kondisi kesehatan Sinta selama tiga bulan terakhir terus menurun.

“Seharusnya Rabu besok (13/9), Sinta dijadwalkan menjalani kontrol di RSUD Rembang,” ujarnya.

Dalam laporan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, Kades Kumendung Dwi Handayani saat berada di kediamnnya berharap apapun yang terjadi terhadap Shinta, keluarga bisa pasrah.

Karena dari tim medis berusaha yang terbaik untuk Shinta.

”Perjuangan mengantarkan dek Shinta pengobatan ini luar biasa. Peran serta dari semua lini. Mulai Gus Umam, Gus Baha sampai Kapolri itu luar biasa bagi kami,” tandasnya.

Menurutnya pengobatan Shinta merupakan karunia luar biasa.

”Semoga keluarga Muchlisin dan Shoimah diberikan ketabahan ketabahan, keiklasan dan kesabaran. Anaknya bisa kembali sehat, main dan sekolah lagi untuk menggapai cita-citanya sebagai Polwan,” ujarnya.

Kades Ukir, Sale, Novi menjelaskan sebelum dijemput polisi, ada rencana bersama bapak dan ibunya Shinta akan berziarah bersama Gus Umam.

Minta doa untuk kesembuhan. Direncanakan kemarin. Tetapi Sabtu sudah dibawa ke Jakarta.

Kepala Desa Guru Pendawa H. M Jidan Gunorejo turut mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Atas dedikasinya dan kemanusiaan yang luar biasa.

Sabtu lalu menjemput Shinta dibawa ke Jakarta gunakan heli.

”Kami datang ke sini pertama menguatkan keluarga,” ucapnya.

Jidan berharap keluarga tetap tabah hadapi semua ini.

Dia bersama perwakilan kades lainnya datang ke rumah Shinta untuk menginformasikan kondisi putrinya.

Bahwa anaknya di Jakarta ditangani dokter-dokter spesialis.

”Maka apapun hasilnya atau endingnya pengobatan di Jakarta diserahkan allah SWT. Itu yang terbaik buat dek Shinta,” harapanya.

 

 

Editor : Ali Mustofa
#pamotan #ICU RS Polri #rembang #sinta #kapolri #pengobatan #jakarta