REMBANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang telah melakukan pendataan kebutuhan telur di desa lokus stunting.
Total, setiap pekan setidaknya harus ada sekitar 17 ribu butir untuk sekitar 1.200 sasaran.
Pemkab Rembang baru-baru ini mencanangkan program sedekah telur bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca Juga: Lima Bulan Ambrol, Atap SDN Ngotet Rembang Tak Kunjung Diperbaiki, Begini Kata Dinas
Baca Juga: Miris! 41 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Begini Potret Gedung BLK Rembang
Kebutuhan itu ditujukan untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yang berada di desa lokus.
Saat ini Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Rembang telah menghitung kebutuhan tersebut.
Sasarannya adalah bayi dibawah dua tahun (baduta) yang mengalami stunting. Totalnya ada 1.228 anak baik di desa lokus maupun non lokus.
Baca Juga: Istri Tewas Ditabrak Bus Widji Lestari di Rembang, Suami : Mesin Pembunuh Meraja Jalanan. Sungguh Memuakkan!
Baca Juga: Diduga Trobos Lampu Merah, Bus Widji Lestari Tabrak Warga Mondoteko Rembang hingga Tewas
Setiap anak membutuhkan sekitar 14 butir telur. Kepala Dinsos PPKB Rembang Prapto Raharjo menyampaikan, teknis penyaluran sedekah telur ada dua. Yakni di tingkat kecamatan.
Nantinya, telur-telur sumbangan para ASN itu akan dikumpulkan pada, Kamis (15/9). Kemudian akan diambil oleh desa lokus pada hari Jumat (16/9).
"Telur dari OPD yang ada di tingkat kecamatan meliputi pegawai di kecamatan, puskesmas, terus guru SD, SMP. Itu nanti dikumpulkan oleh OPD di tingkat kecamatan kemudian disetorkan ke kecamatan," jelasnya.
Baca Juga: Terbukti Lecehkan Karyawan Pabrik di Rembang, Oknum Pekerja Asing Asal China Akhirnya Dipecat
Baca Juga: Duh! Kendaraan Crane Rusak Lagi, Perbaikan Ditaksir hingga Rp 130 Juta, Begini Kata Dishub Rembang
Selain itu pengumpulan dari jalur OPD Kabupaten akan langsung di-dropping di kecamatan yang membutuhkan.
Ia menegaskan program ini merupakan sedekah yang digerakkan. Total ada 7.685 ASN. Masing-masing diminta menyumbangkan dua butir telur.
"Sifatnya tetap sukarela," ujarnya.
Baca Juga: Soal Pekerja Asing Lecehkan Karyawan Pabrik di Rembang, Begini Kata Bupati Abdul Hafidz
Baca Juga: Waduh! Ratusan Kendaraan Operasional Desa dan Guru di Rembang Ternyata Nunggak Pajak, Kok Bisa?
Apabila program ini berjalan, diperkirakan setiap pekan akan terkumpul 17.652 telur. Sementara diperkirakan total kebutuhan telur sekitar 17.192.
"Sisa telur yang terkumpul selebihnya akan diberikan ke desa-desa diluar lokus stunting yang banyak anak stuntingnya," katanya. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim