REMBANG – Suami Deny Ariawati (46) warga Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang yang tewas usai ditabrak oleh Bus Widji Lestari akhirnya buka suara.
Ia pun lantas meluapkan emosinya dalam unggahan Facebook melalui akun Boedy S R ke grup Facebook ISR Info Seputar Rembang baru-baru ini.
Baca Juga: Lima Bulan Ambrol, Atap SDN Ngotet Rembang Tak Kunjung Diperbaiki, Begini Kata Dinas
Baca Juga: Miris! 41 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Begini Potret Gedung BLK Rembang
“9 September 2023. Gara-gara keegoisan. Arogansi dari supir bus Widji telah hancurkan dua hati. Gara-gara supir ugal-ugalan, istri dari anak semata wayangku telah meninggal. Lampu traffic lalin tidak dipatuhi. Kalau merah itu berhenti. Anak TK pun tahu. Kenapa pula supir Widji malah menerobos lampu merah dan kau serempat motor istriku hingga terhempas ke aspal,” tulisnya.
“Rasa sakit kehilangan ini sulit hilang. Bila hukum tak berlaku kuminta nyawa bayar nyawa. Hai pejabat. Apakah kalian tetap diam. Melihat mesin pembunuh meraja jalanan. Sungguh memuakkan!,” tambahnya.
Baca Juga: Diduga Trobos Lampu Merah, Bus Widji Lestari Tabrak Warga Mondoteko Rembang hingga Tewas
Baca Juga: Bus Widji Lestari Tabrak Honda Beat di Jalan Pantura Rembang, Satu Tewas, Begini Kronologinya
Sebelumnya, kecelakaan lalu lintas melibatkan Bus Widji Lestari dan Honda Beat terjadi di Jalan Pantura Rembang turut Desa Kabongan Lor tepatnya di lampu merah dekat RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, Sabtu (9/9) siang.
Akibat kecelakaan tersebut, pengendara Honda Beat yang diketahui bernama Deny Ariawati (46) warga Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang tewas.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Rembang, AKP Dwi Panji Lestari melalui Kanit Laka Satlantas Polres Rembang, Ipda Bhakti Satriya P S menuturkan, kecelakaan itu bermula saat pengendara Honda Beat K-4325-UW tengah berhenti di pertigaan jalan lantaran lampu merah tengah menyala.
Baca Juga: Beri Jaminan Kesehatan Masyarakat, Pemkab Rembang Gelontor Rp 20 Miliar
Baca Juga: Duh! 11 Persen Balita di Rembang Masih Terpapar Stunting, Begini Upaya Pemkab
Setelahnya, melajulah KBM Hino Bus Widji Lestari S-7584-UJ yang dikemudikan Jumali (49) warga Gresik, Jawa Timur dari arah barat (Semarang) menuju ke timur (Surabaya).
Lantaran diduga menerobos lampu merah, bus itu pun lantas menabrak pengendara Honda Beat yang disaat bersamaan hendak bersiap berbelok ke arah RSUD dr. R. Soetrasno, Rembang.
”Korban mengalami fraktur bahu, tangan kanan, hingga rusuk. Untuk perkembangan korban meninggal saat dirujuk ke Surabaya (RS Soetomo),” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.
Baca Juga: Miris!! Karyawan Pabrik di Rembang Diduga Dilecehkan Pekerja Asing : Raba Tangan hingga Bagian Dada
Baca Juga: Terbukti Lecehkan Karyawan Pabrik di Rembang, Oknum Pekerja Asing Asal China Akhirnya Dipecat
Kini, pihak Satlantas Polres Rembang pun tengah mengamankan sang sopir untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
”Saat ini kami masih memeriksa beberapa saksi-saksi terkait kejadian tersebut. Terkait status sopir nanti setelah dilakukan gelar perkara berdasarkan bukti-bukti hasil olah TKP maupun keterangan para saksi,” imbuhnya. (noe/khim)
Editor : Abdul Rokhim