REMBANG – Kendaraan crane milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rembang dongkrok lagi. Lagi-lagi tidak bisa difungsikan.
Penyebabnya boom crane sil bocor, sehingga daya angkat turun, dari kekuatan 15 ton tinggal 5 ton. Jika diperbaiki sekira Rp 130 juta.
Baca Juga: Bus Widji Lestari Tabrak Honda Beat di Jalan Pantura Rembang, Satu Tewas, Begini Kronologinya
Tingginya biaya perbaikan ini, membuat dishub mengusulkan untuk penghapusan aset.
Kendaraan crane ini diparkir di sebelah selatan kantor Dishub bagian dalam. Sebagian bodi tertutup ilalang.
Kendaraan plat merah dengan nopol K 9599 sudah termakan usia. Plat pajak mati sejak bulan 11 tahun 2015.
Terakhir dikeluarkan saat ada laka adu banteng bus Widji nopol S 7601 UJ dengan truk trailer N 8164 UQ dan truk tangki dengan nopol BH 8067 KV di depan pabrik tas bulan Maret 2023.
Truk dengan warna abu-abu ini masih utuh. Bisa jalan. Mesinnya masih oke.
Namun karena mengalami penurunan kekuatan akhirnya tidak bisa berfungsi optimal.
Sekretaris Dinas (Sekdin), Raisdiyanto mengakui kondisi kerusakan itu.
Baca Juga: Soal Pekerja Asing Lecehkan Karyawan Pabrik di Rembang, Begini Kata Bupati Abdul Hafidz
Baca Juga: Unisnu Jepara dan UYR Latih UMKM Pewarnaan Batik Alam Limbah Kayu Mahoni di Rembang
"Sudah hampir setahun. Kendala kekuatanya tidak bisa maksimal," ujarnya.
Menurutnya, saat ini kendaraan hanya mampu mengangkat bobot 5 ton dari kekuatan maksimalnya 15 ton.
Ia mengakui perawatan crane biaya mahal. Sementara kendaraan yang laka di pantura minimal 20 ton.
"Makanya kalau ada laka tidak mampu maksimal," ujarnya.
Diakuinya untuk perbaikan sepertinya tak efektif. Sehingga aset itu akan dimasukan penghapusan.
Baca Juga: Duh! Ribuan Honorer Pemkab Rembang Tak Tercover BPJS Ketenagakerjaan, Ini Masalahnya
Baca Juga: Duh!! Karyawan Pabrik di Rembang Diduga Dilecehken Pekerja Asing asal China, Begini Modusnya
"Nanti kalau kabupaten bisa menganggarkan lagi beli yang baru,” terangnya.
Jadi untuk perawatan anggaran tidak mencukupi. Perawatan sudah tanya ahlinya.
"Kalau diperbaiki. Maksimal bisa 15 ton, sekira Rp 130 juta. Kalau beli armada baru tersebut harganya sekitar Rp 4 miliar,” pungkasnya. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim