REMBANG – Bupati Rembang Abdul Hafidz mengajak karyawan di instansi-instansi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengenakan seragam batik lasem. Minimal sepakan sekali.
Upaya ini terus dilakukan, untuk terus memopulerkan dan menghidupkan industri kerajinan lokal.
Baca Juga: Duh! Harga Bawang Jeblok, Dinas Pertanian Rembang Bantu Petani dengan Ikut Jualan Bawang
Baca Juga: Duh!! Karyawan Pabrik di Rembang Diduga Dilecehken Pekerja Asing asal China, Begini Modusnya
Menurut Hafidz jika upaya itu dilakukan di semua instansi BUMN, tentu akan menjadi angin segar bagi para perajin untuk tetap bisa bertahan pasca pandemi.
Ia mencontohkan seperti pemakaian sarung batik bagi ASN, itu sudah sangat membantu para perajin batik.
Baca Juga: Cemburu, Pria di Pati Nekat Rusak Rumah Mantan Istri, Begini Kronologinya
Baca Juga: Parah!! Diduga Lecehkan Karyawan Pabrik di Rembang, Oknum Pekerja Asing asal China Terancam Dideportasi
Untuk itu ia pun mendorong perusahaan persemenan di Rembang berkenan semua karyawan satu hari saja mengenakan sarung batik Lasem.
“Kalau berjalan top semakin membangkitkan pelaku perajin batik. Satu hari saja, ini bukti kebersamaan pemerintah dengan semen,” ungkap bupati saat acara Hut ke-3 Rumah BUMN Rembang baru-baru ini.
Baca Juga: Realisasi Investasi di Rembang Capai Rp 423,3 M, Serapan Tenaga Kerja Naik Lima Ribu Orang
Baca Juga: Miris! Semua Kegiatan OPD di Rembang Kena Refocusing, Ini Masalahnya
Bupati mencontohkan, jika dihitung misalnya ada 1.000 karyawan BUMN otomatis sudah ada 1.000 lebar batik.
“Kami berharap nanti ada aksi nyata. Nanti kebijakan itu juga menyasar ke anak-anak sekolah. Pemerintah setiap hari Kamis. Setelah Semen, lain-lain nanti kita begitukan. Terus berkembang ke anak sekolah,” imbuhnya. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim