REMBANG - Capaian investasi di Rembang sampai triwulan kedua berada di angka Rp 423,3 miliar.
Jumlah serapan tenaga kerja pun mengalami kenaikan sekitar lima ribu orang.
Baca Juga: Diserbu Warga, Sembako Sembahyang Rebutan di Kelenteng Hok Tio Bio Sumberjo Rembang Ludes Kurang dari 2 Menit
Jika melihat data per triwulan, pada triwulan pertama, realisasi investasi berada di angka Rp 239,3 miliar.
Baca Juga: Miris! Semua Kegiatan OPD di Rembang Kena Refocusing, Ini Masalahnya
Baca Juga: Catat Sejarah Baru, Siswa SMPN 2 Rembang Raih Dua Medali di Ajang OSN 2023
Kemudian triwulan kedua mengalami penurunan menjadi sekitar Rp 184 miliar. Atau terdapat selisih sekitar Rp 55,2 miliar.
Meski demikian, jika melihat angka potensi serapan tenaga kerja mengalami peningkatan. Pada triwulan I angkanya sejumlah 4.870.
Dan, pada triwulan II naik menjadi 5.504.
Realisasi investasi tersebut didominasi di wilayah Kecamatan Rembang dengan total capaian sekitar Rp 90,6 miliar.
Kemudian diikuti Kecamatan Sulang yang capaiannya sekitar Rp 39,2 miliar.
Baca Juga: Diwarnai Bazar UMKM hingga Fahion Show, Begini Keseruan Puncak HUT ke-3 Rumah BUMN Rembang
Baca Juga: TPA Landoh di Sulang Rembang Dilirik Investor Asal Singapura, Berpotensi Tanamkan Modal Rp 1 Triliun
Capaian terbesar di urutan ketiga, berada di Kecamatan Gunem, Rp 39,2 miliar.
Saat ini, DPMPTSP sedang dalam tahap penyusunan data realisasi investasi triwulan sebelumnya.
Informasi yang diterima dari bidang penanaman modal DPMPTSP baru-baru ini, pada triwulan ketiga, antara bulan Juli sampai Agustus terdapat peningkatan signifikan di usaha mikro kecil.
Baca Juga: Duh! Defisit APBD 2023, Bappeda Rembang Pastikan Lebih Dari 20 Kegiatan Dinas Terdampak
Baca Juga: Target Berat! Ini Tugas dari Bupati Rembang untuk Tiga Kepala Dinas Baru yang Harus Dicapai
Dalam kurun waktu Juli sampai dengan 28 Agustus ada sekitar 3 ribu usaha baru. Angka ini dilihat berdasarkan data Online Single Submission (OSS).
Sehingga diharapkan pada akhir tahun nanti bisa melampaui target RPJMD sekitar Rp 1 triliun.
Target realisasi investasi ini juga menjadi perhatian Bupati Rembang Abdul Hafidz.
Baca Juga: RESMI! Bupati Rembang Lantik Sejumlah Kepala Dinas dan Pejabat, Ini Daftarnya!
Baca Juga: Gaji PPPK Rp 8 M Tak Kunjung Diganti Pusat Berimbas Pada Keuangan Daerah, Begini Kata Dewan dan Sekda Rembang
Apalagi saat ini DPMPTSP Rembang memiliki pemimpin yang baru dilantik beberapa waktu lalu.
Hafidz berharap, realisasi investasi bisa melampaui target yang ditentukan oleh Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
"Itu ada landasannya, jadi RPJMD harus dibuka terus," katanya.
Baca Juga: Soal Defisitnya APBD Rembang 2023, Bupati Hafidz: Koyo Rembang Meh Kiamat Wae!
Baca Juga: Jalur Truk Tambang di Rembang bakal Dialihkan ke Lahan Perhutani, Ini Tujuannya
Budiono, Kepala DPMPTSP menyadari tentang tantangan tersebut. Dalam hal investasi pihaknya akan meningkatkan realisasi investasi.
"Tahun ini sebenarnya target yang ditetapkan kementerian adalah Rp 1,2 triliun, " katanya.
Ke depan, pihaknya akan mensosialisasikan sistem pelayanan perizinan OSS RBA secara masif kepada pelaku usaha di Rembang.
Sehingga target realisasi investasi dapat tercapai.
"Saya kira masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki izin sesuai dengan ketentuan yang berlaku nanti kami dorong dan kami fasilitasi, kita dampingi secara maksimal," ujarnya. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim