REMBANG - Bupati Rembang, Abdul Hafidz melantik tiga kepala dinas yang baru di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab Rembang) pada Jumat (1/9).
Ketiganya ialah Ika Himawan Affandi sebagai kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Maryosa sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTARU) serta Budiyono sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Setelah dilantik, ketiganya pun langsung diminta tancap gas untuk merealisasikan 80 persen jalan mulus dan penghargaan adipura untuk Kabupaten Rembang.
Baca Juga: Jalan Diaspal Setelah 15 Tahun Rusak, Warga Desa di Sluke Rembang Ini Gelar Syukuran
Abdul Hafidz menyampaikan proses panjang. Pansel yang sudah bekerja keras untuk menentukan calon yang dipilih sebagai nahkoda di dinas. Tidak pimpinan daerah. Dari tiga nama dari ketentuan punya hak memilih salah satu.
”Tiga bagus semua. Karena sudah melalui seleksi dari pansel. Tentu kami harus mengambil salah satu. itu yang tahu hanya saya sendiri,” kata Bupati dengan raut muka sumringah.
Baca Juga: Diserbu Warga, Sembako Sembahyang Rebutan di Kelenteng Cu An Kiong Lasem Rembang Ludes Kurang dari 15 Menit
Baca Juga: RESMI! Bupati Rembang Lantik Sejumlah Kepala Dinas dan Pejabat, Ini Daftarnya!
Hanya saja saat ditanya awak media tidak menyampaikan detail kriteria. Jika ada yang ingin ikut ”cawe-cawe” disana lanjut bupati ikuti Pilkada. Jadi bupati bisa menentukan. Jadi tidak boleh diintervensi. Merupakan hak Abdul Hafidz.
Kini mereka harus segera menyesuaikan tupoksi. Diukur dengan target yang ditentukan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM). Misalnya DPUTaru 80 persen jalan baik, maka harus bekerja keras menuju itu.
Begitupun DPMPTSP ditargetkan investasi sampai 10 triliun. Maka dikejar. Punya tugas mengkoordinasikan hal tersebut. Sama DLH bagaimana emisi turun, termasuk lingkungan bersih di Kabupaten Rembang.
”Ada landasanya, ukurannya. Sehingga RPJMD dibuka terus. Hari ini baru 80 persen, bagaimana mengejar 100 persen. Maka harus ada inovasi. Itu yang harus dilakukan kepala dinas,” doronganya.
Secara umum disampaikan Abdul Hafidz. Pihaknya lega. Ketika ada release dari perguruan tinggi universitas YPPI Rembang. Bahwa Indeks kepuasan masyarakat dalam pelayanan dari pemerintah masuk angka cukup tinggi 82 persen. Obyektif, ilmiah, tidak ada kepentingan macam-macam.
Kepala DPMPTSP Rembang, Budiyono menyampaikan di OPD yang dipimpin tantangan luar biasa. Terkait yang disampaikan Bupati Rembang, Abdul Hafidz dampak covid luar biasa. Dan masih terasa, khususnya investasi.
”Kedepan tentunya kita punya tugas besar terkait upaya kebijakan strategis untuk meningkatkan realisasi investasi. Tahun ini target yang ditetapkan kementerian pusat 1,2 triliun. Kedua kita punya sumber daya luar biasa keberadaaan MPP. Tantangan kedepan MPP harus semakin bisa bermanfaat oleh masyarakat dan berharap banyak perubahan terkait inofasi-inofasi yang kita lakukan,” harapnya.
Kepala DPUTARU Rembang, Maryosa menyampaikan akan melanjutkan pembangunan infrastruktur mana yang terkendala diselesaikan tahun ini dan mendatang lebih baik. Fokus lelang semua. Sehingga infrastruktur yang dibangun terutama jalan bermanfaat masyarakat.
Baca Juga: Bupati Hafidz Klaim Mayoritas Masyarakat Rembang Puas Atas Pelayanan Pemerintah, Ini Alasannya
Baca Juga: Kakek di Tasik Agung Rembang Ditemukan Meninggal Dunia di Gudang Ikan yang Terkunci Akhirnya Dimakamkan
”Selain infrastruktur jalan, kedua kita selesaikan tahun ini RT/RW. Ada revisi. Insya allah juga rencana detail tata ruang (RDTR). Para investor langsung terkoneksi sistem OSS yang ada, saat ini masih manual. Sehingga investor leluasa dan mengembangkan investasi di Kabupaten Rembang,” komitmennya.
Kepala DLH Rembang, Ika Himawan Affandi siap mewujudkan Rencana Strategi (Renstra) sesuai visi dan misi Bupati. Salah satunya isu strategis lingkungan hidup, tentang pencemaran maupun limbah berbahaya.
”Utamanya pengelolaan sampah. Nanti kita mencoba membenahi TPA Landoh. Salah satu tugas besar kita. Hampir 10 tahun tidak mendapatkan adipura. Kita benahi semua, semoga dan mohon doanya tahun depan mendapatkan adipura,” targetnya.
Baca Juga: Miris! Kakek di Tasik Agung Rembang Ditemukan Meninggal Kelaparan dan Terkunci di Gudang Sendirian, Kok Bisa?
Baca Juga: Kebakaran Pabrik Kayu Milik Mantan Bupati Rembang Salim, Kerugian Mencapai 5 Miliar!
Selain tiga nama diatas Bupati Rembang juga melantik dan mengambil sumpah 17 pejabat administrator. Lalu 24 orang jabatan pengawas. Serta 1 orang penugasan guru sebagai kepala sekolah sehingga total keseluruhan 45 orang.
Untuk posisi lama tiga pejabat yang dilantik JPTP sudah di isi. Camat Sulang posisinya digantikan Arief Dwi Sulistya sebelumnya Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah Setda. Untuk posisi Kabag PBJ Setda digantikan Muhammad Choirul Anam sebelumnya Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Dintanpan.
Adapun posisi Sekretaris DPUTaru digantikan Budi Priyanggodo, sebelumnya Kabid Perencanaan Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan DLH. (noe)
Editor : Abdul Rokhim