REMBANG - Defisit Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rembang 2023 berpotensi membengkak menjadi sekitar Rp 290 miliar.
Hal ini dikarenakan masih adanya beberapa pos anggaran yang belum dikalkulasikan dalam waktu satu tahun.
Untuk diketahui, sebelumnya baik Dewan maupun Sekda menuturkan defisit APBD Rembang masih di angka sekitar Rp 143 miliar.
Baca Juga: Gaji PPPK Rp 8 M Tak Kunjung Diganti Pusat Berimbas Pada Keuangan Daerah, Begini Kata Dewan dan Sekda Rembang
Baca Juga: APBD Rembang Defisit Rp 143 Miliar, DPRD dan TAPD Sepakat Bahas APBD Perubahan Awal September 2023
Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah tersebut akan terus bertambah.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang Puji Santoso mengatakan, berdasarkan hasil pembahasan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, APBD Rembang diketahui berpotensi memiliki defisit diatas angka Rp 143 miliar.
Sebab, saat ini masih terdapat beberapa pos anggaran yang belum dikalkulasikan dalam waktu satu tahun.
Baca Juga: Truk Muat Bekatul Terguling di Pantura Sluke Rembang, Arus Lalu Lintas Tersendat, Begini Kronologinya
Baca Juga: Gudang Kayu Milik Mantan Bupati Rembang Moch Salim Kembali Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp5 Miliar
Ia mencontohkan, seperti pembayaran Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang baru dianggarkan 10 bulan dan kegiatan lainnya.
"Kalau itu dimasukkan semua ya bisa mencapai 200 miliar defisitnya," ujarnya.
Meski demikian, Puji belum bisa mengonfirmasi secara resmi terkait kepastian angka tersebut.
Sebab, pihak DPRD masih menunggu dokumen Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Baca Juga: Duh! Kekeringan di Rembang Meluas, Stok Dropping Air di BPBD hanya Cukup untuk Satu Bulan
Baca Juga: Duh! 8 Tahun LPJ Tak Kunjung Beres, Uang Pensiunan Korpri Rembang Senilai Rp 1,1 M Tak Kunjung Cair, Kok Bisa?
Rencananya, dokumen tersebut akan disampaikan kepada legislatif pada Rabu (30/8) ini.
Tak hanya itu, angka defisit tersebut dimungkinkan masih bisa bertambah apabila potensi pendapatan Pemkab Rembang tidak terpenuhi.
"Bisa tambah Rp 91,7 miliar (total defisit) menjadi Rp 290 miliar. Itu masih perkiraan. Saya cuma bisa memastikannya lewat dokumen KUA-PPAS dan pembahasannya," jelasnya.
Baca Juga: Muncul Postingan Dugaan Pemakzulan Bupati Rembang karena APBD Defisit, Begini Respon Relawan Pro Hafidz
Baca Juga: Bantah Mangkir dari Pembahasan APBD Rembang, Ketua TAPD Siap Blak-blakan Soal Kondisi Keuangan Daerah
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait angka defisit, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang Fahrudin mengaku belum bisa memastikan secara pasti.
Kini, pihaknya masih mencoba mencocokkan kembali keseluruhan angka defisit APBD 2023.
"Itu nanti coba kami cocokkan kembali. Kami segera menyampaikan RKUA kepada dewan. Karena kami mau menyusun RKUA nya dulu," ujarnya. (vah/khim)
Editor : Abdul Rokhim