REMBANG – Sebuah postingan yang menarasikan pemakzulan yang diduga mengarah kepada Bupati Rembang, Abdul Hafidz di tengah ketidakstabilan APBD Rembang viral di media sosial baru-baru ini.
Tak pelak, relawan Bupati Rembang Abdul Hafidz pun lantas merespons postingan tersebut.
Sebelumnya, postingan terkait dugaan pemakzulan orang nomor satu di Kabupaten Rembang itu ditulis oleh akun Al Losary.
Baca Juga: Duh! 8 Tahun LPJ Tak Kunjung Beres, Uang Pensiunan Korpri Rembang Senilai Rp 1,1 M Tak Kunjung Cair, Kok Bisa?
Baca Juga: Diduga Ganggu Istri Orang, Oknum Sekdes Bleboh Blora Digerebek Massa, Begini Kronologinya
Dalam postingan yang ditujukan kepada dewan itu, menarasikan soal keluhannya terkait kondisi Kabupaten Rembang saat ini.
"Pak Dewan!!! Nek sekirane wes ora kenek dihak rempugan, ora kenek diharapkan mending di"makzulkan" kesuwen (kalau sekiranya sudah tidak bisa diajak musyawarah, tidak bisa diharakan lebih baik dimakzulkan). Rakyat Rembang." Tulis akun Al Losary pada laman Facebook baru-baru ini.
Untuk diiketahui, saat ini APBD Rembang tengah mengalami defisit sekitar Rp 143 miliar.
Akibatnya, kondisi itu membuat legislatif dan eksekutif berembuk hingga belasan kali untuk mencari solusi.
Baca Juga: Duh!! Kas Kosong, Rapat di DPRD Rembang Terpaksa Tanpa Konsumsi
Masalah ini pun berdampak ditundanya beberapa kegiatan karena anggaran yang di-refocusing.
Selain itu, juga sempat mencuat informasi tentang kekosongan kas di Organisasi Pemerintah Daerah (OPD).
Relawan Pro Mbah Kapid (Propid) yang merupakan pendukung pasangan calon (paslon) Hafidz-Hanies saat Pilkada juga menilai saat ini telah muncul isu ketidakstabilan politik di Kabupaten Rembang.
Baca Juga: Ini Penyebab Kebakaran Gudang Kayu Milik Mantan Bupati Rembang Moch Salim
Baca Juga: Geger! Kakek di Tasik Agung Rembang Ditemukan Meninggal di Gudang Ikan yang terkunci, Begini Kronologinya
Mun’im, Ketua Relawan Propid melihat situasi defisit menimbulkan ketidaklancaran pelayanan publik hingga manuver politik yang menimbulkan gesekan antara pihak eksekutif dan legislatif.
Ia pun lantas menunjukkan sebuah postingan yang menarasikan pemakzulan yang diduga mengarah kepada Bupati Rembang tersebut.
”Sehingga muncul spekulasi, hari ini saya mendengar di media sosial ada isu pemakzulan dengan Bupati Hafidz saat ini,” ujarnya.
Baca Juga: Truk Muat Bekatul Terguling di Pantura Sluke Rembang, Arus Lalu Lintas Tersendat, Begini Kronologinya
Isu tersebut, lanjut Mun’im, dapat diartikan mosi tidak percaya terhadap pemerintah.
”Kami tidak bisa diam dong, selama itu stabil kami diam. Kami punya tanggung jawab moral untuk mendukung sampai selesai Hafidz-Hanies,” jelasnya.
Pihaknya juga menyoroti sikap DPRD Rembang yang dianggap hanya membela kepentingan sepihak.
Baca Juga: Gudang Kayu Milik Mantan Bupati Rembang Salim Kebakaran, Ini Kesaksian Karyawan di Lokasi
Baca Juga: Soal Nomor Urut Bakal Calon Legislatif, Ketua DPC PPP Rembang: Loyalitas hingga Militansi Jadi Penentu
Sebab, indikasi defisit dinilai sudah terendus sebelumnya.
Namun, para wakil rakyat baru muncul memberikan kritik setelah terjadi defisit.
”Saya apresiasi, (DPRD) melakukan kritik yang keras. Tapi jangan sepihak dong, ketika pokir (pokok pikiran)nya tidak jalan terus (mengkritik) keras. Ini tidak fair namanya,” ujarnya.
Baca Juga: Soroti Budaya Konsumtif Pemuda, Bupati Rembang: Jangan Banyak Merokok dan Ngopi Terus!
”Kalau berani ajak kami relawan Profid. Undang dalam rapat anggaran. Kami tantang. Ayo!,” tegasnya.
Ia menilai, permasalahan APBD ini harus diselesaikan bersama berbagai pihak.
”Saya tidak dalam hal membela bupati. Saya akan membantu untuk berpikir jernih. Ini kepentingan bersama,” imbuhnya. (vah/khim)
Editor : Abdul Rokhim