REMBANG – Pelebaran Jalan Pantura di sekitar pertigaan Clangapan Rembang membuat lampu lalu lintas padam. Untuk proses normal lagi, butuh waktu perbaikan sekitar dua bulan.
Lokasi tersebut merupakan persimpangan kendaraan dari arah Rembang, Lasem, dan Pamotan.
Kepala Bidang (Kabid) Prasarana Dinas Perhubungan Rembang Untung Buntaran menyampaikan, traffic light di pertigaan Clangapan memang sengaja non-aktifkan sementara karena adanya aktivitas pelebaran jalan di jalan Pantura.
Baca Juga: Duh! Diajak DPRD Rembang Bahas Serapan Anggaran, Pimpinan Tim Anggaran Pemerintah Daerah Justru Mangkir
Baca Juga: Duh!! Kas Kosong, Rapat di DPRD Rembang Terpaksa Tanpa Konsumsi
Jalan utama menuju arah Tuban, Jawa Timur ini dilebarkan empat meter. Masing-masing sisi dua meter.
Sehingga mengenai lampu lalu lintas yang berada di Pertigaan Clangapan.
Pihaknya juga sudah menerima informasi tersebut dari pihak rekanan yang mengerjakan proyek.
"Ada pelebaran jalan di sana , kanan kiri dilebarkan masing- masing 2 meter , jadi total 4 meter yang juga mengenai posisi traffic light. Rekanan sudah berkirim surat ke kami untuk memindahkan traffic light dan flashing, " katanya.
Posisi lampu juga sudah dicopot untuk menghindari kerusakan. Kata Untung, saat ini sedang dalam proses pembelian kabel tanam traffic light. Untuk menyalakan kembali lampu bangjo itu, diperlukan kabel 15 meter.
"Ini sudah kami pesankan, di Rembang tidak ada," katanya.
Ia menghimbau kepada pengendara yang melintas di pertigaan Celangapan agar berhati-hati. Sebab, lokasi tersebut juga merupakan jalur cepat di jalan pantura.
Selain itu, juga sering dilewati karyawan pabrik.
Apabila kabel sudah tersedia, nantinya akan diatur lampu kedip warna kuning terlebih dulu sebagai tanda berhati- hati.
Diperkirakan butuh waktu dua bulan traffic light kembali menyala normal. Sebab ruas jalan akan dibeton. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim