REMBANG - DPRD Rembang kembali menyoal kondisi keuangan daerah pada Kamis (24/8).
Para wakil rakyat mengundang pihak eksekutif untuk menjelaskan tentang penyerapan anggaran.
Sayangnya, ketika membahas penyerapan anggaran tersebut, Pimpinan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) justru mangkir.
Diberitakan sebelumnya, kondisi APBD 2023 mengalami defisit karena Ketidaksesuaian proyeksi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya.
Baca Juga: Duh!! Kas Kosong, Rapat di DPRD Rembang Terpaksa Tanpa Konsumsi
Baca Juga: IPK Tembus 3.95, Anak Penjual Daun Jati asal Banjarejo Blora Jadi Wisudawati Terbaik Universitas YPPI Rembang
Karena itu, saat ini muncul rencana rasionalisasi anggaran untuk menutup defisit sekitar Rp 143 miliar ini.
Saat rapat tersebut, disampaikan bahwa DPRD Rembang telah belasan kali melakukan pembahasan bersama TAPD.
Namun, belum juga menemukan solusi atas permasalahan tersebut.
Sehingga pada pertemuan tersebut DPRD mengundang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan TAPD untuk membahas bersama.
Sementara itu, dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, ruang Paripurna yang digunakan untuk pertemuan itu tampak penuh. Bahkan sampai disediakan kursi tambahan.
Baca Juga: Siap-Siap! Skenario Refocusing Anggaran APBD Rembang 2023 : Jatah Makan-Minum Rapat OPD bakal Dipangkas
Baca Juga: Asuransi Jamaah Haji Rembang yang Meninggal Tak Kunjung Cair, Begini Penjelasan Kemenag
Sesuai dengan undangan, seharusnya rapat dimulai pukul 10.00 WIB.
Namun, kegiatan itu justru molor sampai dengan sekitar pukul 13.00 WIB.
Pertemuan itu hendak membahas percepatan penyerapan anggaran pada APBD 2023.
Ketidakhadiran Pimpinan TAPD, yang merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang sempat membuat beberapa anggota dewan silang pendapat.
Baca Juga: Membanggakan! Anak Nelayan asal Sluke Ini Jadi Wisudawati Terbaik Universitas YPPI Rembang, Ini Sosoknya
Baca Juga: Bikin Geger, Seorang Wanita Ditemukan Tewas Tergeletak di Lasem Rembang, Begini Kejadiannya
Ada yang meminta rapat ditunda, ada juga yang menginginkan tetap dilanjutkan.
Agus Sutrisno, salah satu Anggota DPRD Rembang berharap, melalui pertemuan itu bisa memberikan solusi konkrit terkait masalah defisit dan alur kas daerah yang saat ini ia nilai sedang tersendat.
Untuk itu, diperlukan adanya titik temu antara OPD dan TAPD. Sehingga keduanya perlu hadir dan berembuk bersama.
"Saya usul karena TAPD tidak ada yang berani duduk didepan, rapat ditunda," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Hal senada juga disampaikan Ilyas, anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurutnya, rapat lebih baik ditunda. Sebab, dengan ketidakhadiran TAPD akan sia-sia.
"Apakah ini bisa dilanjutkan?, kalau misalnya kita bertanya tentang berapa defisit APBD 2023, terus nanti siapa yang bertanggung jawab memberikan jawaban?," katanya.
Baca Juga: Ratusan Jaring Cotok Milik Nelayan di Rembang Dibakar DKP Jateng, Ini Alasannya
Baca Juga: Pemkab Rembang Mulai Data 70 Ribu Pengguna LPG 3 kg Berbasis NIK, Ini Tujuannya
Sementara itu, Puji Santoso, salah satu anggota DPRD lainnya menganggap rapat perlu dilanjutkan.
Sebab, pihaknya ingin mengetahui dimana letak problem APBD saat ini.
Sehingga meski tidak ada pimpinan TAPD, setidaknya para OPD bisa menjelaskan tentang kondisi saat ini.
"Kami di sini bicara untuk mengurai persoalan. Seandainya APBD ini defisit, anggarannya sisa berapa, mana (kegiatan) yang dilaksanakan," kata politisi Partai Gerindra itu.
Gunasih, Politikus Partai Demokrat Rembang juga menilai rapat tetap dilaksanakan untuk mengonfirmasi statement bahwa APBD sehat. Ia meminta agar OPD bisa terbuka.
"Minta tolong OPD saya mohon jujur. Mending bloko suto opo anane (blak-blakan), " ujarnya.
Setelah mendengar masukan-masukan tersebut, rapat pun dilanjutkan.
Baca Juga: Jual Sapi Curian di Pasar Hewan Pamotan Rembang, Dua Pria Ini Dibekuk Polisi, Begini Modusnya
Baca Juga: Duh! Retribusi Pasar Kreatif Lasem 'Nol', Pemkab Rembang Tetap Gelontorkan Rp 60 Juta Perbulan, Kok Bisa?
Para anggota dewan meminta penjelasan dari OPD tentang progres serapan anggaran saat ini.
Sampai dengan pukul 14.30 WIB, rapat masih berlangsung.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang Fahrudin saat dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya memang tidak hadir karena menghadiri undangan di Jakarta mulai Selasa.
Pihaknya sudah mendisposisikan kepada TAPD lain untuk bisa menghadiri rapat.
"TAPD jumlahnya banyak. Kalau ketua itu saya," jelasnya.
Ia juga menyampaikan, dalam rapat tersebut yang dikonfirmasi adalah OPD.Hasil konfirmasi tersebut nantinya juga akan disampaikan kepada TAPD.
"Nanti akan kami tindaklanjuti, kalau sifatnya itu perlu ditindaklanjuti," imbuhnya. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim