REMBANG - Rapat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang digelar tanpa adanya konsumsi snack.
Hal ini dikarenakan kondisi kas sekretariat sudah kosong.
Selain itu, Pemkab juga sedang me-refocusing anggaran untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun ini.
Baca Juga: Membanggakan! Anak Nelayan asal Sluke Ini Jadi Wisudawati Terbaik Universitas YPPI Rembang, Ini Sosoknya
Baca Juga: Bikin Geger, Seorang Wanita Ditemukan Tewas Tergeletak di Lasem Rembang, Begini Kejadiannya
Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, APBD Rembang tahun ini mengalami defisit sekitar Rp 143 miliar.
Pemkab Rembang telah menyiapkan skenario rasionalisasi anggaran untuk menutup kekurangan anggaran tersebut.
Diantara langkah yang ditempuh adalah me-refocusing anggaran makan minum di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kamis (24/8), di Ruang Paripurna DPRD Rembang dilaksanakan rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membahas penyerapan anggaran.
Selain itu juga disinggung tentang alur kas daerah yang dinilai terkendala.
Pada pertemuan itu, terlihat tidak ada snack sebagaimana rapat-rapat sebelumnya. Peserta disuguhi air mineral dalam kemasan.
Saat pertemuan itu juga mencuat kondisi kas di sekretariat DPRD sudah kosong.
Kondisi rapat tanpa konsumsi itu pun disentil oleh anggota DPRD.
Wakil Ketua DPRD Rembang Ridwan dalam forum tersebut menanyakan kepada Sekretaris DPRD tentang anggaran untuk snack rapat.
"Ini masuk anggaran apa?," tanya Ridwan.
"Kenapa rapat-rapat nyampai nol begini?," imbuhnya.
"Ini anggaran Sekretariat. Untuk rapat-rapat," kata Sekretariat DPRD Nur Purnomo Mukdi Widodo.
Baca Juga: Ratusan Jaring Cotok Milik Nelayan di Rembang Dibakar DKP Jateng, Ini Alasannya
Baca Juga: Duh! Retribusi Pasar Kreatif Lasem 'Nol', Pemkab Rembang Tetap Gelontorkan Rp 60 Juta Perbulan, Kok Bisa?
"Ini kalau di DPR aja kaya begini, apalagi di OPD, apalagi di masyarakat. Kekhawatiran saya hanya itu," ujar Ridwan.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang Fahrudin menjelaskan terkait dengan refocusing, tidak berfokus pada pemangkasan anggaran makan minum.
Namun lebih menitik beratkan pada target apa yang akan diraih oleh Pemkab Rembang.
"Kami sekarang harus efisiensi anggaran sesuai apa yang disampaikan presiden. Bahwa pada pelaksanaan penganggaran itu harus efisiensi, " jelasnya.
Baca Juga: Duh! Retribusi Pasar Kreatif Lasem 'Nol', Pemkab Rembang Tetap Gelontorkan Rp 60 Juta Perbulan, Kok Bisa?
Baca Juga: Siap-Siap! Skenario Refocusing Anggaran APBD Rembang 2023 : Jatah Makan-Minum Rapat OPD bakal Dipangkas
Ia mencontohkan, apabila dalam melaksanakan suatu program membutuhkan biaya Rp 10 juta, mestinya harus dianggarkan sesuai kegiatan tersebut.
"Jangan ditambahi sampai Rp 20 juta. Dalam arti untuk makan minum. Kalau butuhnya hanya perjalanan, ya di perjalanan itu yang kami anggarkan. Kalau tidak ya sudah tidak perlu belanja itu," jelasnya.
Melihat kondisi anggaran yang seperti ini, lanjut Fahrudin, apabila masih menggunakan anggaran secara tidak efektif dan efisien akan merepotkan.
"Makan minum bukan prioritas utama. Jadi teman-teman paham terkait refocusing anggaran," ujarnya. (vah/khim)
Editor : Abdul Rokhim