REMBANG – Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah Jawa Tengah di Rembang berlangsung meriah pada Senin (21/8).
Para pramuka yang menggendong cikal kelapa diiring dengan parade sepeda hias seperti karnaval.
Tunas-tunas kelapa itu akan diarak di beberapa kota. Rembang merupakan start dari pelaksanaan estafet.
Senin (21/8), rombongan mulai berjalan dari Alun-alun Rembang.
Pemberangkatan dibuka oleh Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro.
Pemberangkatan ETK berlangsung meriah. Di sepanjang jalan, mulai dari area alun-alun sampai perempatan galonan diisi anak-anak sekolah.
Mereka antusias melihat sambil mengenakan seragam pramuka. Saat rombongan lewat anak-anak yang dipinggir jalan itu juga mengibarkan bendera merah putih.
Rombongan pertama yang berjalan adalah para pemain drum band. Kemudian diikuti tim pembawa tunas kelapa.
Jumlah personel inti sekitar 61 orang. Di belakang itu, dibuntuti rombongan sepeda hias, barongan, dan orang-orang berkostum ala karnaval.
Tunas kelapa tersebut dibawa menuju Kabupaten Blora.
Kemudian dilanjutkan lagi secara estafet melewati beberapa kabupaten sampai finish di Pemalang.
Wakil Bupati Rembang M.Hanies Cholil Barro' melihat antusias pelajar dari sekolah yang dilewati rombongan pembawa tunas kelapa. Mereka ikut menyambut di pinggir jalan.
Pria yang juga menjadi Majelis Pembimbing Cabang Kwarcab Gerakan Pramuka Rembang itu merasa bersyukur, melihat Pramuka bisa menjadi organisasi yang memberi kegiatan positif bagi generasi muda.
”Kami bersyukur gerakan pramuka membanggakan, memberikan kegiatan-kegiatan positif,” katanya.
Ia berpesan, agar anggota Pramuka bisa meneguhkan dan mengokohkan semangat cinta tanah air. Serta senantiasa dapat berkreasi juga berinovasi.
”Gunakan masa muda sebaik- baiknya untuk masa depan Rembang gemilang,” ungkapnya.
Ketua Panitia ETK Arief Dwi Sulistya menyampaikan, rute di Rembang sendiri terbagi menjadi enam titik pemberhentian.
Dari alun-alun Rembang Rombongan berjalan menuju sekitar Perempatan Galonan.
Kemudian, tim ETK melanjutkan berjalan menuju Landoh, sebagai titik pemberhentian kedua.
”Kemudian diteruskan sampai pasar sulang. Dari pasar sulang diteruskan ke Bulu, pemberhentian terakhir di Mantingan,” ujarnya.
Setelah sampai Mantingan, tunas kelapa akan diserahkan kepada Kwarcab Blora. Kemudian estafet dilanjutkan.
Proses estafet di Rembang diperkirakan melibatkan sekitar tiga ribu an anggota pramuka.
”Melibatkan seluruh kwartir ranting di Rembang di setiap etape, kami estimasikan ada tiga ribuan orang ikut mendampingi,” jelasnya. (vah)
Editor : Kholid Hazmi