REMBANG - Peringatan Hari Kemerdekaan di desa tempat KH Bahaudin Nursalim (Gus Baha) tinggal berlangsung meriah.
Keramaian itu dibarengi dengan banyaknya warga yang menggunakan kostum-kostum ala karnaval hingga penampilan energik dari grup drum band.
Kata Kepala Desa, Gus Baha memberikan pesan agar menggelar karnaval, karena merupakan hiburan yang bisa dinikmati semua kalangan.
Baca Juga: Bakal Lantik Tiga Calon Kepala Dinas Baru September Mendatang, Ini Pesan Bupati Rembang
Baca Juga: Gus Baha Pantau Meriahnya Pawai Budaya HUT RI di Narukan Rembang, Begini Pesannya
Semangat menyambut 17-an Agustus sudah tampak sejak beberapa hari lalu.
Pemerintah Desa (Pemdes) Narukan sudah mengagendakan berbagai rangkaian kegiatan.
Diantaranya adalah lomba ro'an atau kerja bakti bersih-bersih lingkungan.
Setiap RT, kata Kepala Desa Marukan Umar Faruq, nampak antusias mengikuti kegiatan.
"Tahun ini yang paling meriah. Antusiasnya tinggi. Itu menurut orang-orang tua," ujarnya.
Kata Faruq, Gus Baha' juga ikut memantau keliling desa.
Baca Juga: Sempat Hilang, Nelayan Asal Sarang Rembang Ditemukan Tewas di Pantai Sluke, Begini Kondisinya
Baca Juga: Begini Hasil Pemeriksaan Mayat Pria Asal Blora Tergeletak di Teras Potong Rambut di Waru Rembang
"Soalnya senang. Karena baru kali ini. Ya beliaunya memantau, beliau kan suka bersih. Ikut melihat, senang," kata pria yang juga sepupu Gus Baha itu.
Selasa (15/8), semangat 17-an di Desa Narukan dilanjutkan dengan acara karnaval. Di lingkungan Narukan sendiri juga terdapat pondok pesantren.
Salah satunya yang diasuh KH Bahaudin Nursalim (Gus Baha).Kata Faruq, santri-santri juga ikut berpartisipasi memeriahkan 17 Agustus.
"Santri, sekolah semua ikut berpartisipasi. Ini hampir ada 3.000 an peserta (peserta karnaval, Red)," ujarnya.
Baca Juga: Pencarian Nelayan Hilang Tenggelam di Perairan Laut Karanganyar Rembang masih Nihil, Ini Kendalanya
Baca Juga: Proyek Embung di Rembang Dibangun Masif, Dinas Klaim Angka Kekeringan di Desa Turun Drastis
Soal kegiatan karnaval ini, Faruq juga mendapatkan pesan dari Gus Baha, yang mengatakan bahwa hiburan yang bisa dinikmati semua kalangan adalah karnaval.
"Jadi karnaval itu kiai atau siapapun berani menikmati. Karnaval itu lingkupnya umum. Dari dulu saya diwanti-wanti kalau pengen buat acara, karnaval aja. Bisa dinikmati semuanya," ungkapnya. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim