REMBANG - Program pembangunan embung di Rembang dinilai cespleng (sukses) dalam mengatasi kekeringan ditingkat desa.
Sampai dengan Agustus baru ada tiga desa yang meminta dropping.
Jumlah tersebut berkurang drastis jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Jika melihat tahun 2019 lalu total ada 56 desa di seluruh kecamatan yang terdampak kekeringan.
Baca Juga: Gus Baha Pantau Meriahnya Pawai Budaya HUT RI di Narukan Rembang, Begini Pesannya
Baca Juga: Tiga Desa di Rembang Ini Alami Kekeringan, BPBD Perpanjang Status Siaga Kekeringan
Sementara, untuk tahun ini, sampai dengan Agustus di Rembang baru tercatat ada tiga desa yang meminta dropping air bersih.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang Sri Jarwati menilai, Pihaknya menilai, program pembangunan embung-embung di Rembang dapat memberikan dampak positif dalam menangani kekeringan.
“Sumber-sumber air juga masih bagus. Jadi mudah-mudahan tidak sampai di darurat kekeringan,” ungkapnya.
Selain pembangunan embung, lanjut dia, juga ada program pipanisasi dari PDAM.
Sehingga ia menilai program tersebut efektif.
Sebab, jika melihat tahun-tahun sebelumnya, Rembang merupakan daerah rawan kekeringan.
Bahkan BMKG sempat memprediksi pada akhir April Kota Santri sudah masuk musim kemarau.
Pihak BPBD Provinsi juga memberikan perhatian khusus terhadap Rembang.
“Tapi kenyataannya masih aman jika dibandingkan dengan kabupaten tetangga yang mulai Juni atau Juli sudah dropping air,” jelasnya.
Baca Juga: Usai Dicopot Lantaran Dugaan Pungutan, Kepala SMKN 1 Sale Rembang Kini Kembali Bertugas
Baca Juga: Gus Umam Perintahkan Seluruh Kader PPP Rembang Solid Dukung Kemenangan Ganjar Pranowo Capres 2024
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Rembang Agus Iwan menyampaikan, setiap tahun pihaknya memang terus menambah jumlah embung untuk irigasi pertanian.
Sampai dengan tahun lalu, Dintanpan sudah membangun 28 unit embung. Kemudian tahun ini juga akan ada penambahan.
"Setiap tahun ada penambahan sekitar lima. Kami prinsipnya, air menjadi permasalahan pertanian. Semakin banyak pembangunan Sumber daya air menurut saya sangat membantu pertanian," katanya.
Dengan keberadaan embung-embung itu, dinilai bisa membantu sumber air sumur di sekelilingnya.
"Bisa bertahan lebih lama. Mempertahankan sumber air tanah itu," katanya.
Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Pria Tergeletak di Teras Potong Rambut di Waru Rembang, Begini Kronologinya
Baca Juga: Nekat Edarkan Pil Koplo di Rembang, Nelayan Asal Demak Dibekuk Polisi, Begini Pengakuannya!
Selain itu, Dintanpan Rembang juga terus menambah jumlah sumur dangkal di area pertanian.
Setiap tahun ada penambahan sekitar 100 titik. Sumber anggarannya dari APBD. Selain itu, juga ada bantuan dari APBD Provinsi dan APBN.
Hal ini bisa memberikan manfaat terutama tanaman yang tidak terlalu membutuhkan banyak air. Seperti tembakau, jagung, dan palawija.
"Sehingga air dengan jumlah sedikit dari sumur itu bisa membantu, " jelasnya. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim