REMBANG - Peringatan hari kemerdekaan di desa tempat KH Bahaudin Nursalim (Gus Baha) tinggal berlangsung meriah.
Kata Kepala Desa Narukan Umar Faruq, Gus Baha memberikan pesan agar pihaknya menggelar karnaval.
Sebab, menurutnya karnaval merupakan hiburan yang bisa dinikmati semua kalangan.
Semangat menyambut 17 Agustus sudah nampak sejak beberapa hari lalu.
Baca Juga: Usai Dicopot Lantaran Dugaan Pungutan, Kepala SMKN 1 Sale Rembang Kini Kembali Bertugas
Pemerintah Desa (Pemdes) Narukan sudah mengagendakan berbagai rangkaian kegiatan.
Diantaranya adalah lomba ro'an atau kerja bakti bersih-bersih lingkungan.
Setiap RT, lanjut Kepala Desa Marukan Umar Faruq, nampak antusias mengikuti kegiatan.
"Tahun ini yang paling meriah. Antusiasnya tinggi. Itu menurut orang-orang tua," ujarnya.
Bahkan, Gus Baha juga ikut memantau dengan berkeliling desa.
Baca Juga: Sempat Hilang, Nelayan Asal Sarang Rembang Ditemukan Tewas di Pantai Sluke, Begini Kondisinya
"Soalnya senang. Karena baru kali ini. Ya beliaunya memantau, beliau kan suka bersih. Ikut melihat, senang," kata pria yang juga sepupu Gus Baha itu.
Selasa (15/8), semangat 17-an di Desa Narukan dilanjutkan dengan acara karnaval.
Di lingkungan Narukan sendiri juga terdapat pondok pesantren.
Salah satunya yang diasuh KH Bahaudin Nursalim (Gus Baha).
Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Pria Tergeletak di Teras Potong Rambut di Waru Rembang, Begini Kronologinya
Kata Faruq, santri-santri juga ikut berpartisipasi memeriahkan peringatan 17 Agustus.
"Santri, sekolah semua ikut berpartisipasi. Ini hampir ada 3.000-an peserta karnaval," ujarnya.
Soal kegiatan karnaval ini, Faruq juga mendapatkan pesan dari Gus Baha.
Baca Juga: Pencarian Nelayan Hilang Tenggelam di Perairan Laut Karanganyar Rembang masih Nihil, Ini Kendalanya
Beliau mengatakan bahwa hiburan yang bisa dinikmati semua kalangan adalah karnaval.
"Jadi karnaval itu kiai atau siapapun berani menikmati. Karnaval itu lingkupnya umum," jelasnya.
"Dari dulu saya diwanti-wanti kalau pengen buat acara, karnaval aja. Bisa dinikmati semuanya," ungkapnya. (vah)
Editor : Ali Mustofa