REMBANG – Perpustakaan daerah (Perpusda) Kabupaten Rembang sulit mewujudkan layanan bagi pembaca berkebutuhan khusus.
Ini karena gedung mereka masih nebeng di cagar budaya di komplek Taman RA Kartini, sehingga mereka tidak bisa mengatur ruangan dengan standar perpustakaan.
Perpusda Rembang berlokasi di komplek Taman Kartini. Posisinya di tengah-tengah. Menempati cagar budaya yang familiar orang menyebut gereja portugis.
Baca Juga: Penataan Taman Kartini Rembang bakal Diusulkan Lagi, Dinas Sodorkan Desain Tahun Ini
Dari sumber yang dihimpun koran ini bangunan kuno itu dibangun dari abad XVII-XVIII bergaya Eropa dan Cina.
Dalam arsip Perpustakaan Umum Kabupaten Rembang, perpustakaan ini beberapa kali mengalami pemindahan lokasi.
Terakhir sebelum tahun 2009, Perpustakaan Umum Kabupaten Rembang berada di Jalan Gatot Subroto No. 8 Rembang, yaitu di kompleks Rumah Dinas Bupati Rembang.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Rembang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Rembang, Perpustakaan Umum Kabupaten Rembang menempati bangunan yang representatif di kompleks Taman Rekreasi Pantai Kartini ini.
Baca Juga: Perdana Ikuti Porprov, Atlet Muay Thai asal SMA N 2 Rembang Ini Langsung Sabet Medali Emas
Usulan pembangunan gedung perpustakaan sudah dilakukan. Bahkan telah dilakukan verifikasi lapangan dari pusat.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan(Dinarpus) Kabupaten Rembang, Ahmad Sholchan mengamini kabar itu.
”Sudah masuk lokasi prioritas. Bulan Juli awal sudah ada verifikasi lapangan dari pusat, baik dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas),” kata Sholchan kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Baca Juga: Soal Beasiswa Sarjana Bagi Atlet Rembang Peraih Medali Porprov Jateng, Begini Kata Dinas
Saat ini menurutnya tinggal menunggu masuk dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) tahun 2024.
"Mohon doanya semoga bisa lolos," ujarnya.
Ia menyebutkan berdasarkan Detail Engineering Design (DED) tidak sampai Rp 10 miliar. Soal lokasi rencananya akan digeser di sebelah timur areal perkantoran pemerintahan. Hanya belum disebutkan lokasi persisnya.
”Kami masih akan koordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar),” terangnya.
Di tempat lama, menurut Sholchan cagar budaya masih layak. Namun untuk perawatan rutin tidak bisa mengatur ruangan dengan standar perpustakaan yang ada.
Baca Juga: Duh! SMPN 2 Pamotan Rembang Kesulitan Air Bersih sejak Puluhan Tahun, Ini Penyebabnya
"Karena cagar budaya. Jadi tidak merubah situasi gedung sesuai dengan kehendak OPD terkait," imbuhnya.
Praktis ada kendala untuk menata koleksi buku, anak, remaja, umum, ruangan khusus lansia. Termasuk memfasilitasi pembaca Disabilitas juga ada tempat khusus.
"Selama ini sangat kekurangan terkait layanan yang berkebutuhan khusus. Semoga di gedung baru nanti semua bisa terlayani semua,” imbuhnya. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim