REMBANG – Tiga cagar budaya Kabupaten Rembang berpotensi naik ke jenjang nasional. Ketiganya yakni Kota Lasem, Situs Plawangan, dan museum RA Kartini.
Potensi ini diperkuat dengan kedatangan tim Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) nasional yang kemarin mendorong pemkab setempat untuk melakukan percepatan pengusulan.
“Pertemuan bersama tim untuk membahas percepatan pengusulan cagar budaya peringkat nasional,” ungkap Tim TACB Kabupaten Rembang, Retna Dyah, Jumat (28/7).
Baca Juga: Ambyar! Tak Tersentuh Perbaikan, Begini Potret Memperihatinkan Kondisi Taman Kartini Rembang
Dyah menjelaskan tiga cagar budaya tersebut sebelumnya berstatus tingkat kabupaten, yang ditetapkan melalui SK Bupati.
Kedatangan tim TACB nasional, merupakan tindak lanjut dari Kemendikbud Ristek.
Karena proses menuju cagar budaya tingkat nasional harus didampingi tim ahli cagar budaya nasional.
Baca Juga: Ikuti Lomba Memasak Nasi Goreng Peringatan HUT ke-282 Rembang, Bupati Abdul Hafidz Tampil sebagai Juara 1
“Kemendikbud Ristek membawa tim ahli cagar budaya nasional dalam rangka audiensi untuk percepatan daerah agar mengusulkan secara nasional,” ujarnya.
Namun untuk pengusulan, Dyah mengaku memang tak biasa dalam waktu dekat ini, Sebab butuh proses panjang. Apalagi saat ini status cagar budaya masih tingkat kabupaten.
”Jadi butuh naik peringkat secara provinsi, baru nasional,” terangnya.
Baca Juga: Miris! Perbaikan Senilai Rp 8,6 Miliar Tahun Ini Batal, Wahana di Taman Kartini Rembang Kini Memperihatinkan
Namun demikian, pihak pemda menyambut baik perhatian dari TACB nasional dan Kemendikbud Ristek yang telah memberikan perhatian untuk proses peningkatan cagar budaya jenjang nasional.
”Ada tiga, kawasan kota Lasem lama, situs plawangan, dan museum RA Kartini,” ujarnya.
Menurutnya masuknya tiga cagar budaya Kabupaten Rembang itu, merupakan kabar luar biasa. Karena tidak semua wilayah punya cagar budaya potensi nasional.
“Ini luar biasa. Jika sudah ditetapkan otomatis daerah punya branding tersendiri,” ungkapnya. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim