REMBANG – Kasus kecelakaan yang melibatkan pelajar menjadi perhatian serius. Polres Rembang mencatat rata-rata dua pekan sekali ada pelajar yang terlibat kecelakaan.
Atas kasus ini, Kapolres Rembang AKBP Suryadi getol turun ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi para pelajar.
Selain itu polisi juga terus melakukan giat patroli di trouble spot (tempat masalah) maupun di titik-titik black spot (daerah rawan laka).
Baca Juga: Fasilitasi Sertifikat Halal Gratis Bagi UMKM, Pemkab Rembang Genjot Program 'Sehati'
Serta memaksimalkan penindakan menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) baik kamera statis maupun mobile.
“Jumlah kejadian laka lantas tahun 2022 se-Jateng, ada 30.763 kasus. Meninggal dunia 4.390 orang. Pelajar menjadi salah satu penyumbang jumlah korban,” ungkap kapolres saat memberikan edukasi di hadapan siswa baru kelas X SMAN 1 Lasem.
”Kalau tidak ingin jadi korban hindari dulu naik motor. Jika perlu diantar orang tua atau saudara, naik angkutan umum atau sepeda onthel sebelum memiliki surat izin mengemudi,” tandas perwira kelahiran Selopuro, Lasem ini.
Menurutnya, kasus kecelakaan yang terjadi rentang usia 17 sampai 35 tahun atau usia remaja dan produktif. Di Kabupaten Rembang sendiri terjadi sampai bulan Juni 2023, kejadian 276 kasus tahun lalu. Jumlah meninggal 53 orang.
Baca Juga: Pelaku Begal yang Beraksi di 11 TKP di Rembang Dibekuk, Polisi Serahkan Motor Curian ke Pemilik
“Artinya kalau setahun 356 hari, hanya beberapa hari tidak terjadi kecelakaan. Kalau persentase 276 dibanding 365 hari. Probabilitas adalah kemungkinan atau peluang terjadinya suatu peristiwa atau kejadian, setiap dua pekan ada kecelakaan,” imbuhnya.
Terpisah Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Dwi Panji Lestari, menambahkan sebelumnya Polres Rembang bulan ini telah melaksanakan operasi patuh candi 2023.
Tujuan menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan lalu lintas dan angka fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
Serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja Polri khususnya polantas sebagai bentuk implementasi commander Kapolda Jateng Polda Jateng Hadir.
”Target dalam operasi patuh ini adalah masyarakat pengguna jalan yang belum taat berlalu lintas dan masyarakat yang memerlukan edukasi pentingnya tertib berlalu lintas,” imbuhnya. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim