REMBANG - Warga Desa Plawangan mengeluhkan penumpukan sampah pantai. Hal ini dikarenakan tempat penampungan yang sudah overload, sehingga meluber sekitar 100 meter.
Lokasi penumpukan tersebut berada di area pantai. Jaraknya sekitar 300 meter dari pemukiman warga.
Di pojokan pantai tersebut terdapat tempat pembuangan sampah. Namun kondisinya sudah penuh. Padahal setiap hari selalu ada orang yang membuang sampah.
Baca Juga: Jadi Kado HUT ke-282, Kota Rembang Raih Penghargaan Kota Layak Anak
Sampah-sampah tersebut meluber sepanjang sekitar 100 meter. Menggunung. Kemarin sebagian besar nampak sudah terbakar.
Syamsul Arifin, salah satu warga mengatakan, sekitar lima tahun lalu sudah ada tempat pembuangan sampah sementara.
Sampah tersebut berasal dari rumah tangga. Ia menjelaskan, biasanya sampah-sampah dari rumah warga. Kemudian ada petugas yang mengambil.
Sampah-sampah tersebut kemudian dibawa menuju tempat pembuangan yang berada di sekitar pantai tadi. Karena sudah tak mampu menampung, sampah pun di buang di sekitar pantai.
Saat Jawa Pos Radar Kudus ke lokasi pada Minggu (23/7) tampak ada petugas yang membuang sampah. Mereka menggunakan motor roda tiga yang terdapat bak di belakangnya.
"Ada petugas yang mengambil (sampah dari rumah tangga, Red). Dari desa, yang mengelola oleh BUMDes (Badan Usaha Milik Desa)," katanya.
Ia mengeluhkan jika musim hujan menimbulkan bau dan banyak lalat. Kata dia, warga di sini belum pernah melaksanakan kerja bakti.
Baca Juga: BRI Kanca Rembang Bagikan Dua Mobil di Panen Hadiah Simpedes
Sebab, kata Syamsul, warga merasa masalah sampah sudah dikelola oleh BUMDes. Setiap bulan juga membayar iuran.
"Setiap bulan ada iuran. Setiap rumah ditarik bayar. Saya sendiri ditarik Rp 10 ribu, " ujarnya.
Puncak penumpukan itu terjadi saat musim hujan beberapa waktu lalu. Beberapa kali juga sudah ada pembahasan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
"Belum ada tindakan dari Pemdes. Setahu saya pertemuan BPD dua kali, " imbuhnya.
Mujib, Ketua BPD Desa Plawangan menilai permasalahan ini perlu diselesaikan di tingkat pemerintahan desa. Beberapa kali pihaknya mengajak musyawarah tentang manajemen pengelolaan sampah di Plawangan.
"Sudah sering kali BPD memanggil bahkan mengajak bermusyawarah untuk menyelesaikan persoalan manajemen pengelolaan sampah yang ada di desa," katanya. (vah/ali)
Editor : Abdul Rokhim