REMBANG – Pameran (showcase) Gerakan Remaja Sehat (GRH) atau GRH Fest di pendapa Museum RA Kartini Rembang berlangsung meriah. Kegiatan ini dihadiri langsung Katherryn Bennet perwakilan dari Chief of Education Unicef (United Nations Children's Fund).
Rombongan tampak antusias menyaksikan sejumlah performance yang ditampilkan. Mulai drumband, tari semarangan, fashion show kain perca hingga, pembacaan puisi hingga dance.
Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro’ pada Rabu (19/7) mendampingi rombongan untuk diajak keliling mengunjungi stand UMKM Rembang.
Baca Juga: Museum Kartini Rembang Ditutup Selama Tiga Hari, Ini Alasannya
Tampak pula perwakilan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Teknologi Bandung (LPPM ITB), Dr. Jasman Indratno.
Abdul Baasith, PIC (person in charge) Pats Unicef menyebutkan Showcase GRH merupakan kegiatan puncak dalam program pendampingan selama 10 bulan bersama Unicef, dari bulan September 2022-Juni 2023. Total ada 300 anak dan remaja.
”Ini tindak lanjut penanganan anak tidak sekolah di Kabupaten Rembang. Kita kenal Program Gerakan Ayo Sekolah Pol 12 tahun (GASPOL 12),” sambutannya.
Tujuan GRH meningkatkan kompetensi remaja. Khususnya kompetensi komunikasi, menyelesaikan masalah, berpikir kritis membuat keputusan. Kemampuan bekerjasama serta mengelola stress.
”Ini juga mempromosikan pelibatan dan partisipasi remaja pada setiap kegiatan, atau program yang relevan dan berhubungan dengan remaja,” terangnya.
Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro’ berharap program terus berlanjut. Untuk pengentasan anak tidak sekolah. Gus Hanies pun mengapresiasi karya remaja, salah satunya fashion show kain perca.
Baca Juga: 351 Pengawas Dilantik Bareng PPPK Teknis, Ini Pesan Bupati Rembang
”Perlu ada pendampingan branding dan marketing. Musti harus ada nilai ekonomi. Nanti dinas terkait bisa damping,” ungkapnya.
Katherryn Bennet, chief of Education Unicef menyampaikan terima kasih, sudah bisa belajar banyak dan mendapatkan energi bagus.
Ia optimistis melihat kemampuan para remaja di Rembang akan mampu memberikan perubahan besar. Dan melihat kemungkinan berhasilnya besar.
”Kalian punya kesempatan luar biasa. Tidak ada batasan untuk berkarya,” ujarnya.
Katherryn mengaku sangat bersemangat. Dan akan terus berkontribusi.
"Terima kasih sudah mengundang saya dan tim. Saya ingin tidak berhenti disini. Kita harus terus maju, melanjutkan program. Ada sekitar 100 ribu remaja Rembang dan bagaimana mengembangkan dan ada juga isu anak tidak sekolah yang perlu dituntaskan,” imbuhnya. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim