REMBANG – Almarhumah R.Ay. Sri Bijatini dikenal rajin dalam membagikan nilai-nilai perjuangan RA. Kartini di keluarga. Wejangan-wejangannya membuat para keluarga tergerak untuk mendirikan Yayasan Kartini Heritage Center untuk mencetak ”Katini-Kartini” masa kini.
R.Ay. Sri Bijantini berpulang pada Senin (10/7) lalu pada usia 89 tahun. Ia merupakan bagian keluarga besar RA. Kartini.
Menantu dari Soesalit Djojoadhiningrat, putra pahlawan emansipasi perempuan itu.
R.Ay. Sri Bijantini dimakamkan di Kompleks Makam RA Kartini, Bulu, Rembang. Keluarga besar ikut hadir. Selain itu, juga ada sejumlah kepala organisasi daerah (OPD) Pemkab Rembang beserta jajarannya.
Jodi Mulya Setya Putra, salah satu cucunya, R.Ay Sri Bijantini sempat mengalami sakit lambung dan paru-paru.
”Beliau (R.Ay Sri Bijantini, Red) sudah dirawat enam hari. Tiga hari sejak itu langsung drop. Meninggalnya di Rumah Sakit Polri Jakarta Timur,” jelasnya.
Sehari-hari, Eyang Tin -sapaan R.Ay Sri Bijantini- memang tinggal di Bekasi. Kompleks Makam RA Kartini dijadikan sebagai tempat peristirahatannya terakhir.
Pemakaman dilaksankan sekitar pukul 09.30 kemarin. Lokasinya tak jauh dari pesarean RA. Kartini. Hanya berjarak beberapa meter.
Di mata keluarga, Eyang Tin dikenal sebagai sosok yang menerapkan nilai-nilai perjuangan RA. Kartini. Kata Jodi, motivasi yang diberikan membuat keluarga bersemangat untuk menerapkan semangat perjuangan pahlawan emansipasi tersebut.
”Kami membuat yayasan bernama Kartini Heritage Center,” ungkapnya. Tujuannya, untuk mewujudkan ”Kartini” baru di era milenial. ”Eyang pingin sekali punya sekolah. Kami ingin mewujudkan cita-citanya yang begitu besar,” terangnya.
Ada beberapa misi yang ingin dicapai dalam yayasan yang berdiri pada 2022 ini. Di antaranya, terwujudnya sekolah, mengedukasi, hingga bantuan hukum untuk perempuan. Saat launching tahun lalu, Yayasan Kartini Heritage Center mengusung tentang warisan Kartini dan wirausaha perempuan.
”Oprasionalnya (Yayasan Jartini Heritage Center) di Jakarta. Ke depan, harapan kami juga bisa berdiri di beberapa wilayah di Indonesia. Saat ini, kami ingin fokus di satu lokasi dulu,” ujarnya.
Sementara itu, ucapan-ucapan bela sungkawa berdatangan melalui karangan bunga. Di antaranya dari Bupati Rembang Abdul Hafidz, Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro, Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta, dan Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahreraan Rakyat Sekda Rembang Agus Salim yang hadir saat pemakaman kemarin, menyampaikan berbelasungkawa. ”Semoga beliau meninggal dalam keadaan khusnul khatimah,” ujarnya. ”Amin,” sahut hadirin serentak. (vah/lin)